Bapak Kendaraan Listrik Asia Asal Magelang Diajak Garap EV Nasional

CNN Indonesia
Kamis, 29 Okt 2026 16:30 WIB
Prof Ching-Chuen Chan, kelahiran Magelang yang dijuluki Bapak Kendaraan Listrik Asia, diajak Kemdiktisaintek mengembangkan ekosistem kendaraan listrik nasional. (Tangkapan layar instagram @prof.stellachristie)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kemdiktisaintek menjajaki kerja sama dengan Prof Ching-Chuen Chan, ilmuwan kelahiran Magelang yang dijuluki Bapak Kendaraan Listrik Asia, untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Kerja sama itu mencakup pengembangan sumber daya manusia, riset, dan pendidikan vokasi.

Peluang tersebut dibahas dalam pertemuan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie dengan Chan pada Selasa (27/10).

"Indonesia memiliki sumber daya alam dan talenta yang dapat dikembangkan. Namun, kita membutuhkan kebijakan yang tepat untuk mendorong talenta tersebut. Kita juga perlu menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengembangkan teknologi kendaraan listrik," ujar Stella.

Stella menilai pendidikan vokasi penting untuk menyiapkan tenaga kerja industri kendaraan listrik. Menurutnya, proporsi pendidikan tinggi vokasi di Indonesia masih sekitar 8 persen dari keseluruhan pendidikan tinggi.

Ia juga menyebut pengangguran di kalangan lulusan universitas cukup tinggi, sementara industri kendaraan listrik masih membutuhkan tenaga insinyur.

Pembahasan mencakup penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri, program magang mahasiswa, kompetisi kendaraan hemat energi, dan keterlibatan pelaku industri dalam pembelajaran. Kemdiktisaintek juga melihat peluang program pendidikan bersama, termasuk kerja sama politeknik Indonesia dengan mitra di China.

Pandangan Chan

Chan menekankan bahwa pengembangan kendaraan listrik membutuhkan ekosistem yang menghubungkan riset, industri, pendidikan, dan kebijakan pemerintah.

"Teknologi tidak bisa hanya dibeli, tetapi harus dikembangkan sendiri. Kita harus mendidik generasi muda, menentukan arah pengembangan teknologi sendiri, serta menemukan dan menciptakan teknologi kendaraan listrik kita sendiri. Kita tidak bisa hanya mengharapkan pihak lain memberikan teknologi kepada kita," ujar Chan.

Chan juga menyarankan pengembangan kendaraan listrik di Indonesia dimulai dari kendaraan roda dua dan kendaraan berdaya rendah.

Rekam jejak

Chan, yang kini berusia 89 tahun, lahir di Magelang pada 14 Januari 1937 dari keluarga pengusaha keturunan Tionghoa. Ayahnya merantau dari Fujian ke Jawa dan membangun usaha bus serta taksi, menurut CNBC Indonesia.

Chan bergabung dengan University of Hong Kong pada 1981 dan mendirikan International Research Centre for Electric Vehicles lima tahun kemudian. Ia dijuluki The Father of Asian Electric Vehicles pada 2003.

Menurut detikEdu, Chan dikenal sebagai pelopor penggunaan motor AC untuk kendaraan listrik dan menjadi akademisi pertama asal Hong Kong di Chinese Academy of Engineering.

"Sains tanpa kebijakan akan mati," tegas Chan, dikutip detikEdu, Rabu (28/10).

(fea)


Saksikan Video di Bawah Ini:

VIDEO: Kapal Listrik "Terbang" di New York

KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK