“Yang menarik dari pengangkatan Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta adalah kemampuan penerimaan publik Jakarta dalam menerima perbedaan. Ini berarti masyarakat Jakarta semakin toleran dalam memandang perbedaan suku, agama, dan ras di dunia politik,” kata Direktur Lima, Ray Rangkuti, dalam ‘Bincang Akhir Tahun’ yang digelar Formappi, Lima, dan TePI, di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Senin (22/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Yang terpenting bagi masyarakat adalah apa yang bisa dilakukan orang tersebut. Bukan masalah agama, partai, atau kekuatan ekonominya,” kata Ray.
Perubahan paradigma masyarakat tersebut, menurut Ray, juga dipengaruhi oleh kehadiran media massa yang beragam saat ini. Media, kata Ray, menjadi aktor yang berperan dalam memberikan pendidikan politik bagi rakyat.