MALVERTISING

Virus di Iklan Online Ancam Pengguna Internet

Gito Yudha Pratomo | CNN Indonesia
Kamis, 16 Okt 2014 08:59 WIB
Berhati-hatilah jika membuka sebuah situs web karena ancaman infeksi virus kembali mengintai lewat program jahat yang disusupi pada iklan online. Pengguna internet makin terancam dengan adanya program jahat atau virus yang disisipkan pada iklan online (Getty Images/Spencer Platt)
Jakarta, CNN Indonesia -- Berhati-hatilah jika membuka sebuah situs web karena ancaman infeksi virus kembali mengintai lewat program jahat yang disusupi pada iklan online.

"Malvertising," adalah sebuah istilah di mana virus komputer disebar melalui iklan online pada sebuah situs. Ketika Anda mengunjungi situs yang menayangkan iklan tersebut, secara otomatis virus tersebut terunduh dan menginfeksi komputer.

Bahkan beberap situs ternama seperti Amazon, The Pirate Bay, Yahoo dan Google, tidak lepas dari ancaman ini. Menurut data dari perusahaan keamanan RiskIQ, jumlah iklan yang berbahaya meningkat dua kali lipat sejak 2011 lalu dan sebanyak 432.374 virus telah terdeteksi sepanjang tahun ini.


"Industri teknologi iklan mengakui bahwa hal ini adalah masalah yang serius," ujar Geir Magnusson, CTO perusahaan penyedia iklan digital AppNexus, seperti dikutip dari CNN.

Perlu diperhatikan bahwa saat ini para peretas semakin cerdas dalam melancarkan serangan keamanan. Mereka menyebarkan virus tanpa terdeteksi oleh pemindai keamanan bahkan virus ini bisa dibuat spesifik untuk menyerang seorang pengguna tertentu. Cara paling ampuh yang digunakan tidak lain melalui malvertising ini.

Menurut ComScore, para peretas telah menggunakan malvertising untuk mencuri data pribadi seperti akun dan kata sandi email, rekening bank, nomor kartu kredit, dan dimanfaatkan dalam tindak kejahatan dan mencari keuntungan finansial.

Saat ini jaringan iklan online memungkinkan para pengiklan untuk mengetahui secara detail lokasi Anda, riwayat situs web yang diakses, jenis aplikasi peramban, hingga perangkat dan sistem operasi yang Anda gunakan. Situasi inilah yang dimanfaatkan para peretas untuk membuat iklan yang menyisipkan virus lalu dikirim ke server tertentu.

Beberapa industri periklanan telah mengambil langkah serius untuk melindungi masyarakat dari risiko terinfeksi malware ini. contohnya AppNexus yang membayar puluhan stafnya di New York dan India untuk memonitor iklan sepanjang hari. Namun, di Indonesia belum ada tindakan pencegahan yang berarti dari para penyedia layanan iklan online.

Resiko komputer terinfeksi malvertising memang sangat besar dan langkah terbaik yang dapat kita lakukan sebagai pencegahan adalah dengan memasang antivirus terpercaya yang dapat mencegah penyebaran malware ini.
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER