MISI ANTARIKSA

Berhasil, Printer 3D Cetak Produk di Ruang Angkasa

Gito Yudha | CNN Indonesia
Rabu, 26 Nov 2014 12:28 WIB
Mesin pencetak atau printer 3D berhasil melakukan fungsinya di Stasiun Ruang Angkasa Internasional. Ini terobosan baru yang memudahkan eksplorasi ke antariksa. Ilustrasi (CNN Indonesia/Thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mesin pencetak atau printer 3D berhasil melakukan fungsinya di Stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS). Printer itu sukses mencetak sejumlah peralatan yang digunakan oleh kru ISS.  

Keberhasilan itu adalah terobosan baru. Nantinya ia akan mempengaruhi kinerja dan proses eksplorasi ruang angkasa.

"Ketika manusia pertama pertama kali membentuk sebuah alat dari batu, sangat sulit dipahami untuk membuat replika yang sama di ruang angkasa," kata CEO Made in Space, Aaron Kemmer, dikutip dari Cnet.


Kemmer bilang, pengoperasian printer 3D di ruang angkasa adalah momen transformatif. Tidak hanya untuk pengembangan di ruang angkasa, tapi juga untuk kemampuan manusia untuk tinggal jauh dari bumi.

Ide di balik penggunaan printer 3D ini adalah untuk efisiensi waktu dan penghematan biaya. Pasalnya, ada beberapa peralatan yang dibutuhkan antariksawan, yang harus dikirim langsung dari bumi. Itu akan memakan waktu dan biaya yang lebih banyak untuk pengiriman.

Bentuk efisiensinya adalah penggunaan printer 3D. Para peneliti cukup mengirimkan rancangan desain peralatan yang akan digunakan dan kemudian dicetak melalui printer 3D di stasiun ruang angkasa.

"Proyek ini menunjukan dasar-dasar manufaktur yang berguna untuk digunakan di ruang angkasa. Hasil penelitian ini akan menjadi batu loncatan untuk kemampuan manusia di masa depan yang akan mengubah arsitektur misi eksplorasi menjadi lebih baik," kata Direktur Penelitian dan Pengembangan Made in Space, Mike Snyder.

Printer 3D ini pertama kali digunakan di ISS pada tanggal 24 November lalu dan akan digunakan untuk mencetak beberapa peralatan yang dibutuhkan oleh para antariksawan.

Penggunaan printer 3D ini memang sudah direncanakan sejak beberapa bulan lalu. Para peneliti sempat meragukan keakuratan mesin pencetak 3D, jika digunakan di ruang angkasa.

Mengingat kemampuan mesin dalam hal fleksibilitas, kemampuan tarikan, torsi, dan beberapa faktor lainnya dipengaruhi oleh gravitasi. Sehingga ketika berada dalam gravitasi nol, kemampuan ini dinilai akan berkurang.

Namun keberhasilan para peneliti mencetak produk printer 3D dengan tingkat akurasi yang tinggi semakin meyakinkan mereka bahwa alat ini akan membantu kinerja mereka dalam melakukan eksplorasi.

"Komponen manufaktur yang dihasilkan lebih dapat diandalkan dan efisien. Dan dalam waktu dekat, komponen ini bisa digunakan," ujar Snyder.

TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER