MISI ANTARIKSA
Jepang Tunda Peluncuran Pesawat Pemburu Asteroid
CNN Indonesia
Senin, 01 Des 2014 10:53 WIB
Tokyo, CNN Indonesia -- Jadwal peluncuran pesawat pemburu asteroid milik Jepang terpaksa ditunda karena cuaca yang buruk.
Selama beberapa tahun Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) mempersiapkan peluncuran Hayabusa2, sebuah pesawat untuk meneliti kandungan asteroid.
Hayabusa2 rencananya akan melakukan perjalanan di luar angkasa selama tiga tahun untuk menemukan asteroid 1999 JU3. Asteroid ini diperkirakan dapat segera 'ditaklukan' sekitar bulan Juni 2018 mendatang.
Hayabusa2 dijadwalkan meluncur pada 30 November 2014, namun karena cuaca yang buruk peluncurannya terpaksa mundur sampai dua hari, atau sekitar tanggal 2 Desember 2014. (Baca: Jepang Punya Pesawat Pemburu Asteroid)
Hayabusa2 ditargetkan akan mendiami asteroid 1999 JU3 selama 18 bulan. Selama di asteroid pesawat ini akan menyebarkan peralatan bernama "impactor" yang berguna untuk menciptakan semacam kawah agar dapat mengumpulkan material yang terletak di bawah permukaan.
Hayabusa2 dijadwalkan akan kembali mendarat di Bumi pada penghujung tahun 2020.
Selama beberapa tahun Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) mempersiapkan peluncuran Hayabusa2, sebuah pesawat untuk meneliti kandungan asteroid.
Hayabusa2 rencananya akan melakukan perjalanan di luar angkasa selama tiga tahun untuk menemukan asteroid 1999 JU3. Asteroid ini diperkirakan dapat segera 'ditaklukan' sekitar bulan Juni 2018 mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hayabusa2 ditargetkan akan mendiami asteroid 1999 JU3 selama 18 bulan. Selama di asteroid pesawat ini akan menyebarkan peralatan bernama "impactor" yang berguna untuk menciptakan semacam kawah agar dapat mengumpulkan material yang terletak di bawah permukaan.