HASIL PENELITIAN

Peneliti Temukan Material Baru Pengganti Peran AC

Hani Nur Fajrina, CNN Indonesia | Selasa, 02/12/2014 16:37 WIB
Material baru yang terdiri atas tujuh lapis silikon dioksida dan hafnium dioksida pada lapisan perak bagian atas diharapkan bisa menggantikan peran AC. Material baru yang terdiri atas tujuh lapis silikon dioksida dan hafnium dioksida pada lapisan perak bagian atas diharapkan bisa menggantikan peran AC dan bisa dipakai pada bangunan pencakar langit. (Reuters/Edgar Su)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah material baru ditemukan oleh para peneliti yang berfungsi mendinginkan suhu bangunan tanpa memerlukan daya listrik. Material ini mengarahkan suhu panas langsung ke ruang angkasa.

Material baru ini diharapkan bisa menggantikan peran pendingin udara (AC), sekaligus mengurangi kebutuhan listrik. Di Amerika Serikat, AC menyumbang hampir 15 persen dari seluruh konsumsi listrik.

Material inti dari pendingin model baru ini berukuran 1,8 mikron, yang lebih tipis dari selembar alumunium foil. Material tipis ini terbuat dari tujuh lapis silikon dioksida dan hafnium dioksida pada lapisan perak bagian atas.


Menurut penulis penelitian Shanhui Fan, setiap lapisan tersebut memiliki peran masing-masing yang secara umum bekerja menghasilkan sifat dingin.

Kemudian, cara perangkat ini menjaga agar semuanya tetap dingin adalah dengan menjalankan peran sebagai cermin efektif yang memantulkan 97 persen sinar matahari agar terpental sehingga segala sesuatunya aman dari suhu panas.

Suhu panas di dalam gedung, misalnya, bisa dibiarkan pergi ke udara bebas. "Kondisi dingin alam semesta adalah sumber yang luas untuk dapat kita manfaatkan," kata Fan yang juga ahli listrik dari Stanford University, California, AS, kepada sumber berita Live Science.

Para peneliti mengatakan bahwa material baru mereka dapat bekerja bersama dengan teknologi lain. Saat ini, tim peneliti mengaku tengah meningkatkan produksi untuk ciptakan sampel lebih besar.

Saat ini mereka sedang membangun produk purwarupa material baru ini untuk mendinginkan sebuah gedung. "Kami sedang meningkatkan produksi hingga membuat sampel yang lebih besar," kata Fan. "Untuk mendinginkan bangunan, Anda benar-benar perlu untuk menutupi area yang luas."

Para ilmuwan menjelaskan secara rinci tentang penemuan material baru ini dalam jurnal Nature pada 26 November 2014.
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK