Material baru ini diharapkan bisa menggantikan peran pendingin udara (AC), sekaligus mengurangi kebutuhan listrik. Di Amerika Serikat, AC menyumbang hampir 15 persen dari seluruh konsumsi listrik.
Material inti dari pendingin model baru ini berukuran 1,8 mikron, yang lebih tipis dari selembar alumunium foil. Material tipis ini terbuat dari tujuh lapis silikon dioksida dan hafnium dioksida pada lapisan perak bagian atas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, cara perangkat ini menjaga agar semuanya tetap dingin adalah dengan menjalankan peran sebagai cermin efektif yang memantulkan 97 persen sinar matahari agar terpental sehingga segala sesuatunya aman dari suhu panas.
Para peneliti mengatakan bahwa material baru mereka dapat bekerja bersama dengan teknologi lain. Saat ini, tim peneliti mengaku tengah meningkatkan produksi untuk ciptakan sampel lebih besar.
Saat ini mereka sedang membangun produk purwarupa material baru ini untuk mendinginkan sebuah gedung. "Kami sedang meningkatkan produksi hingga membuat sampel yang lebih besar," kata Fan. "Untuk mendinginkan bangunan, Anda benar-benar perlu untuk menutupi area yang luas."
Para ilmuwan menjelaskan secara rinci tentang penemuan material baru ini dalam jurnal Nature pada 26 November 2014.