Para peretas ini mengambil alih akun Twitter dan YouTube Centcom dan mempublikasi pesan ancaman disertai video dan dokumen militer.
"Kami masuk ke jaringan dan perangkat pribadi dan tahu segala sesuatu tentang Anda," tulis mereka dikutip dari Engadget, Selasa (13/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam akun YouTube Centcom, peretas mempublikasi beberapa video propaganda dan disertai dengan label "CyberCaliphate" pada akunnya. Namun tidak berapa lama akun tersebut dimatikan oleh pihak YouYube.
Para pejabat organisasi juga mengatakan bahwa dokumen yang dibocorkan melalui akun sosial media ini bukanlah dokumen rahasia dan memang untuk dipublikasikan secara online. Kini Centcom tengah berkoordinasi dengan pihak berwajib untuk melacak dan menemukan kelompok peretas ini.
Centcom sendiri memang bertugas untuk mengawasi operasi militer Amerika Serikat terhadap ISIS dan sering mempublikasi video serangan udara dalam akun media sosialnya. Organisasi ini juga bertugas untuk memantau setiap pergerakan ISIS.
(eno)