SERANGAN SIBER
Akun Media Sosial Militer AS Diretas ISIS
Gito Yudha Pratomo | CNN Indonesia
Selasa, 13 Jan 2015 11:46 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Akun media sosial Pusat Komando (Central Command/Centcom) milik militer Amerika Serikat diretas oleh sekelompok orang yang diduga memiliki kaitan dengan ISIS.
Para peretas ini mengambil alih akun Twitter dan YouTube Centcom dan mempublikasi pesan ancaman disertai video dan dokumen militer.
"Kami masuk ke jaringan dan perangkat pribadi dan tahu segala sesuatu tentang Anda," tulis mereka dikutip dari Engadget, Selasa (13/1).
"Anda tidak akan melihat belas kasihan pada kafir. ISIS sudah ada di sini, kami berada dalam komputer Anda di setiap pangkalan militer. Dengan izin Allah kami berada di Centcom sekarang," lanjut mereka.
Dalam akun YouTube Centcom, peretas mempublikasi beberapa video propaganda dan disertai dengan label "CyberCaliphate" pada akunnya. Namun tidak berapa lama akun tersebut dimatikan oleh pihak YouYube.
Dikutip dari ZDnet, Juru Bicara Centcom telah mengkonfirmasi bahwa peretas telah mengambil alih akun media sosial mereka. Juru bicara mengatakan bahwa jaringan operasi militer Centcom tidak terganggu dan aksi ini tidak memberi dampak yang signifikan.
Para pejabat organisasi juga mengatakan bahwa dokumen yang dibocorkan melalui akun sosial media ini bukanlah dokumen rahasia dan memang untuk dipublikasikan secara online. Kini Centcom tengah berkoordinasi dengan pihak berwajib untuk melacak dan menemukan kelompok peretas ini.
Centcom sendiri memang bertugas untuk mengawasi operasi militer Amerika Serikat terhadap ISIS dan sering mempublikasi video serangan udara dalam akun media sosialnya. Organisasi ini juga bertugas untuk memantau setiap pergerakan ISIS.
(eno)
Para peretas ini mengambil alih akun Twitter dan YouTube Centcom dan mempublikasi pesan ancaman disertai video dan dokumen militer.
"Kami masuk ke jaringan dan perangkat pribadi dan tahu segala sesuatu tentang Anda," tulis mereka dikutip dari Engadget, Selasa (13/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam akun YouTube Centcom, peretas mempublikasi beberapa video propaganda dan disertai dengan label "CyberCaliphate" pada akunnya. Namun tidak berapa lama akun tersebut dimatikan oleh pihak YouYube.
Para pejabat organisasi juga mengatakan bahwa dokumen yang dibocorkan melalui akun sosial media ini bukanlah dokumen rahasia dan memang untuk dipublikasikan secara online. Kini Centcom tengah berkoordinasi dengan pihak berwajib untuk melacak dan menemukan kelompok peretas ini.
Centcom sendiri memang bertugas untuk mengawasi operasi militer Amerika Serikat terhadap ISIS dan sering mempublikasi video serangan udara dalam akun media sosialnya. Organisasi ini juga bertugas untuk memantau setiap pergerakan ISIS.
(eno)