Secara terpisah, Sony Pictures Entertainment mengatakan film The Interview telah menghasilkan pendapatan US$ 36 juta dengan penjualan dari online, kabel, dan satelit yang menyumbang US$ 31 juta dan diunduh sebanyak 4,3 juta kali antara 24 Desember 2014 sampai 4 Januari 2015.
Sementara penjualan dari bioskop di Amerika Utara menyumbang US$ 5 juta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sony mengaku beberapa jaringan bioskop besar menolak menayangkan The Interview karena ancaman dari para peretas jika film tersebut tetap ditayangkan.
Sementara bioskop yang tetap menayangkan The Interview, mengedepankan prinsip kebebasan berekspresi.
Sony pada mulanya membatalkan perilisan film ini setelah peretas melontarkan ancaman serius. Pembatalan ini menuai kritik dari selebritas Hollywood, bahkan Presiden AS Barack Obama.
Sony Pictures Entertainment mungkin memerlukan beberapa pekan lagi untuk memulihkan kembali jaringan komputer setelah menerima salah satu serangan yang paling merusak sepanjang sejarah perusahaan di Amerika Serikat. Korea Utara telah membantah berada di belakang serangan itu.
Tercatat, sebanyak lima film Sony yang belum rilis telah dicuri dan disebarkan di internet.
Daftar gaji 6.000 karyawan dan para petinggi Sony pun turut beredar. Data pribadi dari aktor dan praktisi film yang pernah bekerjasama dengan Sony juga ikut tersebar secara luas di dunia maya. (adt/adt)