Serangan ini dilakukan dengan menggunakan teknik DDoS (Distributed Denial of Service), di mana server yang menjadi sasaran peretas dibanjiri oleh paket data. Sehingga lalu lintas data pada server ini menjadi sibuk bahkan jika dilakukan terus menerus dapat merusak sistem server tersebut.
Lihat juga:DDoS yang Selalu Jadi Senjata Peretas |
Pada Kamis pekan lalu, Kepala Keamanan Siber untuk militer Perancis, Admiral Arnaud Coustilliere mengatakan bahwa sebuah kelompok peretas yang dikenal dengan "islamist hacker" berada di balik ancaman serangan 20 ribu situs di Perancis. Ia juga mengatakan bahwa kelompok tersebut memiliki jaringan, organisasi dan pola kerja yang sangat terstruktur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Pendukung Charlie Hebdo Bobol Situs Jihad |
Kelompok ini mempublikasi video di YouTube dan mengatakan bahwa mereka akan melacak dan merusak situs dan media sosial yang berkaitan dengan aksi terorisme ini.
Mereka mengatakan bahwa video tersebut adalah pesan khusus untuk jaringan teroris dunia, Al-Qaeda dan Negara Islam. Dalam video tersebut mereka bersumpah untuk membalas kematian dalam aksi penembakan beberapa waktu lalu.
(eno/eno)