Penjualan Ponsel Melemah, Samsung Perkuat Bisnis Layar

Aditya Panji, CNN Indonesia | Kamis, 12/02/2015 19:01 WIB
Samsung memperkuat divisi pembuat panel layar OLED sebagai upaya meningkatkan penjualan komponen guna mengimbangi pendapatan ponsel pintar yang mulai lemah. Samsung terus berinvestasi di bisnis komponen ponsel pintar dan tablet, termasuk komponen prosesor dan layar. (REUTERS/Dado Ruvic)
Jakarta, CNN Indonesia -- Samsung berencana berinvestasi sebesar 4 triliun won untuk meningkatkan pembuatan panel layar organic light-emitting diode (OLED) sebagai upaya meningkatkan penjualan komponen perangkat keras guna mengimbangi pendapatan dari ponsel pintar yang mulai lemah.

Seorang juru bicara Samsung Display mengatakan, Rabu (11/2), lini produksi baru tersebut akan membuat layar OLED berukuran kecil dan menengah untuk memenuhi permintaan perangkat ponsel pintar dan tablet.

Investasi ini akan digelontorkan mulai tahun 2015 hingga 2017.


Samsung tak hanya melayani pesanan layar OLED dari internal, tetapi juga dari pihak luar yang meminta pasokan komponen layar.

Para analis mengatakan Samsung harus mencari kesempatan lain di luar bisnis ponsel pintar yang selama ini memberi keuntungan besar. Pasalnya, bisnis ponsel Samsung mulai menurun dalam beberapa kuartal terakhir.

"Dalam jangka panjang saya pikir itu mungkin berguna memperluas penjualan di luar perusahaan Samsung," kata Oh Sang-woo, analis Leading Investment & Securities. Ia menambahkan bahwa Samsung juga punya kesempatan lebih mempopulerkan tren layar melengkung setelah meluncurkan Galaxy Note Edge pada 2014 lalu.

Rival terkuat Samsung, yaitu Apple, justru mengalami pertumbuhan penjualan ponsel pintar setelah mereka merilis iPhone 6 dan iPhone 6 Plus pada September 2014. Berkat kedua ponsel itu Apple menjadi produsen ponsel pintar terbesar di dunia, mengalahkan Samsung.

Menurut lembaga riset Counterpoint, Apple mengirimkan 74,5 juta unit iPhone pada kuartal empat 2014, sementara Samsung mengirimkan 73,8 juta unit ponsel pintar.

Samsung cukup agresif berinvestasi pada bisnis komponen. Dari 23,4 triliun won belanja modal tahun lalu, sebesar 14.3 triliun won dialokasikan untuk bisnis semikonduktor dan 4 triliun won untuk komponen layar. (adt/adt)