"Orang-orang yang kami coba raih semuanya berada di situs itu," ujar Jen Hecht dari organisasi San Francisco AIDS Foundation (SFAF), mengutip laporan kantor berita Bloomberg.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), penularan HIV baru untuk lelaki homoseksual dan biseksual pada usia 24 tahun atau lebih muda mengalami lonjakan sebesar 22 persen dari tahun 2008 ke 2010.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendekatan melalui aplikasi kencan tersebut diakui telah mendorong ribuan pengguna untuk berkunjung ke klinik kesehatan.
Hecht mengatakan, para perusahaan penyedia aplikasi mendonasikan beberapa pesan kepada pengguna. Pesan-pesan tersebut telah dibaca oleh 19 juta pengguna dan menghasilkan lebih dari 30 ribu klik.
Sebelumnya, perusahaan Hornet bekerja sama dengan organisasi nonprofit Filipina pada Mei 2014 lalu untuk mengirim pesan himbauan tes HIV kepada 94 ribu pengguna, lengkap dengan tautan pendaftaran tes secara online.
Kala itu, ada lebih dari 4.300 pengguna yang merespons dan 539 di antaranya positif terkena HIV.
"Mereka (lelaki gay) selalu aktif menggunakan ponselnya untuk mencari lelaki gay lainnya," ujar pendiri sekaligus CEO aplikasi kencan Hornet, Sean Howell. "Kami punya empat juta pengguna global yang berisiko tinggi terkena HIV dan kami peduli."
(tyo/ded)