"Dari divisi enterprise, printer menyumbang pendapatan paling tinggi," ujar Singgih Wandoyo Director Enterprise Business PT Samsung Electronics Indonesia.
Menurut Singgih, meski tumbuh tipis. Namun secara keseluruhan pasar printer di Indonesia masih menarik untuk digarap. Ini karena beberapa instansi atau perorangan masih membutuhkan media fisik seperti kertas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Printer dengan sistem operasi Android |
Menurut Singgih, meski banyak dokumen yang sudah digital, namun untuk sebagian orang fisik kertas itu masih penting.
Melihat kebutuhan itu Samsung akhirnya memutuskan untuk merilis mesin cetak yang dilengkapi dengan sistem operasi Android.
Dilihat dari perawakannya yang besar, mesin tersebut memang jelas dibuat bukan untuk pengguna rumahan, melainkan untuk kelas kantor besar atau pelaku bisnis menengah ke bawah (UKM).
Printer yang masuk dalam seri Smart MultiXpress itu dibekali dengan layar sentuh 10 inchi sebagai pusat kendali. Lewat layar itu pengguna bisa melakukan proses mencetak, memeriksa printer, hingga membuat akun untuk membatasi aktivitas.
Printer dengan sistem operasi Android itu dijanjikan bakal segera dipasarkan di Indonesia. Namun sayangnya, Singgih belum mau membocorkan berapa harga jualnya nanti.
"Harganya nanti, tunggu peluncurannya tanggal 24 Februari," katanya.
(eno)
Printer dengan sistem operasi Android