Melalui Peter Hortensius, Chief Technology Officer Lenovo, pihaknya mengakui bahwa membundling laptop baru Lenovo dengan piranti lunak Superfish adalah kesalahan.
Dalam blognya yang dikutip dari Business Insider, Hortensius meminta maaf atas kesalahan terjadi dan dia berjanji produsen komputer tersebut tidak akan menyematkan aplikasi yang dibundling bersama komputer jinjing di masa depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan bekerja keras dengan mitra Lenovo untuk membuat PC Anda dapat diamankan dengan cepat dan mudah. Tidak akan ada lagi program Superfish di laptop Lenovo di masa depan," tegas Hortensius.
Peneliti keamanan melaporkan bahwa program tersebut bisa dimanfaatkan peretas untuk mengintai korbannya. Merekam aktivitas mereka di internet, termasuk saat mereka bertransaksi perbankan, berbelanja, hingga mengakses sosial media. Dampak buruk yang bisa ditimbulkan aplikasi ini tentu bisa sangat merugikan.
Bahaya yang bisa ditimbulkan si 'ikan super' itu kemudian menarik perhatian Departemen Keamanan Dalam Negeri AS. Mereka mengatakan bahwa program ini membuat komputer rentan terhadap serangan yang dikenal dengan nama SSL spoofing, di mana penyerang dapat mengetahui lalu lintas situs web terenkripsi, lalu dari jarak jauh mengarahkan lalu lintas situs web, dan melakukan serangan lain. (tyo)