Samsung Diramalkan Bakal Senasib Seperti Nokia

Susetyo Dwi Prihadi, CNN Indonesia | Senin, 09/03/2015 15:27 WIB
Roda kejayaan Samsung diprediksi akan berputar lambat, malahan bisa jadi nasib vendor Korea Selatan ini akan berputar ke bawah. (CNN Indonesia/Trisno Heriyanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Roda nasib akan terus berputar, kadang kalanya ada di atas namun seketika bisa berada di bawah. Perputaraan masa kejayaan mungkin juga akan dirasakan oleh Samsung nantinya.

Seperti diketahui, perusahaan asal Korea Selatan itu dalam beberapa tahun terakhir menjadi produsen ponsel pintar nomor satu di dunia. Dan Samsung diprediksi akan terkena juga siklus tujuh tahunan.

"Setiap tujuh tahun, perusahaan yang berada di atas akan segera ditinggalkan. Kami melihat bahwa saat ini orang mulai sadar untuk tidak perlu lagi membayar US$ 600 untuk sebuah ponsel pintar papan atas," kata Chief Operating Officer Motorola Rick Osterloh, saat diwawancarai oleh Forbes.


Menurut Osterloh, secara tersirat, nasib Samsung akan seperti BlackBerry dan Nokia yang begitu merajai pasar ponsel dan ponsel pintar, namun saat ini kehilangan daya pikatnya. Baca: Adu Kuat antara iPhone 6, HTC M9 dan Galaxy S6

Hal tersebut mungkin saja benar. Karena untuk pertama kalinya, Samsung di akhir kuartal 2014 lalu mulai kedodoran penjualannya yang berimbas pada kehilangan pendapatan yang cukup signifikan.

Di ranah ponsel Android, Samsung memang masih nomor satu,  namun mulai goyah seiring makin meningkatnya kualitas ponsel pintar milik Xiaomi yang langsung merangsek ke posisi lima besar.

Di jagat ponsel pintar, Samsung yang menjual banyak varian malahan harus kalah bersaing dengan Apple yang hanya merilis maksimal dua seri dalam setahun.

Sebab, menurut riset Gartner, Apple sukses mencatat penjualan sebanyak 74.830.000 sementara Samsung 73.030.000 ponsel pintar pada kuartal keempat tahun 2014.Gartner melaporkan juga bahwa selama kurun waktu tiga bulan terakhir itu, Apple melesat penjualannya sebanyak 49 persen, sementara Samsung turun 12 persen. Baca: Desain Galaxy S6 Tiru iPhone 6?
 
"Samsung harus terus berjuang mengendalikan pangsa pasar ponsel pintarnya yang jatuh," kata analis Anshul Gupta dari Gartner. (tyo)