Federal Aviation Administration (FAA) mengatakan pada Kamis (19/3), bahwa mereka telah mengeluarkan sertifikat kelaikan terbang untuk produk purwarupa drone yang dibuat Amazon.
FAA memberi pembatasan pada pesawat tanpa awak lain sehingga drone buatan Amazon dapat melakukan penerbangan tanpa kekhawatiran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perusahaan situs jual beli online terbesar di AS itu harus menjaga penerbangan di bawah 120 meter dan menjaga agar drone itu tetap bisa diawasi oleh mata.
Seorang yang menerbangkan drone itu juga harus mengantongi lisensi pilot swasta dan sertifikasi medis. Amazon harus memberikan data bulanan ke regulator.
Drone buatan Amazon ini diberi nama Octocopter, sementara layanan antar barang dengan drone itu diberi nama Amazon Prime Air. Drone yang dipakai dapat terbang dengan kecepatan 80 km per jam, mampu mengangkut bobot 2,3 kg, dan memberi nilai tambah kepada konsumen karena memberi jaminan barang sampai dalam 30 menit.
Selain Amazon, Google juga sedang menguji drone untuk antar-jemput barang guna menjangkau daerah yang sulit diakses dengan kendaraan darat. Oleh Google, upaya pengembangan drone mereka ini diberi nama Project Wing.
Drone Google ini lepas landas secara vertikal dengan tenaga baling-baling yang menghadap ke atas. Setelah lepas landas, drone itu bisa terbang horizontal ataupun vertikal dengan baling-baling yang menghadap depan. (adt/eno)