Dalam sebuah wawancara yang dilakukan Popular Science dengan veteran astronaut NASA, Michael Barratt, ia mengungkapkan para awak astronaut pun juga bisa dilanda perasaan stres layaknya para pekerja di Bumi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walau begitu, banyak astronaut yang segera melupakan sumber stres dan tidak memfokuskan pikiran pada beratnya tanggung jawab yang harus mereka lakukan, seperti meluncurkan 50 ribu ton bahan pembakar ke angkasa.
Ia mengakui bahwa pada akhirnya para astronaut akan harus tetap menjalani apa yang sudah ditugaskan dan tertawa bersama-sama untuk menghilangkan stres.
Sudah dipersiapkan di Bumi
Sebelum meluncur ke luar angkasa, para astronaut nyatanya dilatih terlebih dahulu untuk menghadapi keadaan stres.
"Ya, sebelum terbang, Anda harus menghabiskan seminggu di dalam air, semacam misi simulasi. Lalu menghabiskan satu hingga dua minggu untuk perjalanan backpacking di daerah yang udaranya sangat dingin. Lalu bisa juga diuji di gua Sardinia yang sangat gelap," kisah Barratt.
Menurut pengakuan Barratt, uji 'nyali' seperti justru sangat menyenangkan dan menjadi persiapan yang penting, baik dari segi fisik ataupun mental.
"Nanti kalian akan tahu bagaimana bekerja sama di dalam tim untuk melalui banyak bersama-sama di sana (luar angkasa)," tutupnya.
(eno)