XL Axiata Batal Matikan Axis

Susetyo Dwi Prihadi, CNN Indonesia | Senin, 30/03/2015 16:17 WIB
XL Axiata Batal Matikan Axis Wakil Presiden Direktur PT XL Axiata Tbk, Dian Siswarini saat konferensi pers terkait Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Rabu, 7 Januari 2015. CNN Indonesia/Safir Makki
Jakarta, CNN Indonesia -- Awalnya XL Axiata berencana menghilangkan merek Axis pasca akuisisi yang rampung pada 2014 lalu, tapi rencana tersebut batal dilakukan karena berbagai alasan.

Seperti diceritakan kembali oleh Wakil Presiden Direktur XL Axiata Dian Siswarini, kabar mengenai rencana merger Axis tersebut sudah bergulir sejak tahun 2012 silam.

"Prosesnya sangat panjangnya approval dari regulator, kemudian selesai akuisisi, lalu integrasi network dan sampai Januari 2015 kita selesai bisa membuat ebitda Axis netral," kata Dian, di Graha XL, Jakarta, Senin (30/3).
Dian menambahkan, awal setelah resmi dimiliki merek Axis dan XL rencananya akan dipakai dalam monolitik brand. Namun hal tersebut batal dilakukan seiring waktu berjalan.


"Setelah waktu berjalan kami melihat brand Axis yang besar, membangun equity dan waktu yang lama dan mahal," ungkap Dian, memberikan alasan.

Dian juga berkata memberikan pernyataan bahwa ada servis dari kostumer yang beragam. "Intinya, segmented berbeda, produk berbeda dan harga pun juga berbeda. Kita ingin mencakup yang lebih besar karena bisnis Axis masih stabil," tambahnya.

Hal ini yang ditambahkan oleh Mediko Azwar, Senior Vice President Brand Management Xl, bahwa dual band strategy ini membawa XL ke segmen menengah atas. Sementara Axis diarahkan ke pelanggan yang membutuhkan solusi yang sederhana dan menawarkan banyak bonus.

"Retargeting nyatanya ya memang perlu, kalau mau tumbuh terus ya harus retargeting," katanya.

Dia menyadari bahwa nantinya mungkin akan terjadi kanibalisme, tapi bukan itu yang ditakuti oleh XL. "Kanibal pasti, namun kita ingin membuat jelas soal perbedaanya," tandas Mediko.



(eno)