Tahun Ini, XL Targetkan 3 Juta Pelanggan 4G LTE

Hani Nur Fajrina, CNN Indonesia | Senin, 16/03/2015 18:27 WIB
Tahun Ini, XL Targetkan 3 Juta Pelanggan 4G LTE XL Axiata menargetkan tiga juta pelanggan 4G LTE baik dari pengguna lama dan baru di tahun 2015 ini. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan telekomunikasi XL Axiata sedang menyiapkan infrastruktur internet mobile kecepatan tinggi di sejumlah kota demi memenuhi target 3 juta pelanggan 4G LTE di tahun 2015.

Perusahaan saat ini sedang menyiapkan kartu SIM yang mendukung jaringan 4G LTE. Pelanggan yang hendak menjajal layanan tersebut harus memakai kartu SIM yang telah diperbarui dan bisa didapatkan di gerai XL.

"Kami sediakan outlet sebanyak mungkin agar mempermudah pelanggan dan inisiatif kami menawarkan penggantian kartu SIM 3G menjadi 4G bebas biaya," ujar Titus Dondi selaku Vice President XL Jabodetabek saat ditemui di Jakarta, Senin (16/3).


Baca juga: Semua Operator Ditagih Hasil Investigasi Isu Penyadapan

Bagi pelanggan baru yang ingin membeli kartu SIM XL yang mendukung 4G LTE, maka bisa membelinya dengan harga Rp 10.000.

Perusahaan juga menyiapkan paket layanan data (Internet) yang terjangkau demi merayu pelanggan lama dan pelanggan baru beralih ke 4G LTE. Paket yang ditawarkan mulai dari Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu.

Langkah macam ini juga dilakukan oleh Telkomsel dan Indosat yang mulai menguji bahkan telah mengkomersialkan 4G LTE sejak Desember 2014.

XL dan sejumlah operator seluler lain berlinsensi GSM, saat ini memanfaatkan spektrum frekuensi 900 MHz untuk menggelar 4G LTE.

Dalam waktu dekat, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kenkominfo) bakal mengizinkan pemanfaatan teknologi netral di spektrum 1.800 MHz sehingga dapat dimanfaatkan untuk 4G LTE. Teknologi netral memungkinkan operator seluler menggelar dua atau lebih teknologi jaringan dalam satu rentang sumber daya spektrum yang dimiliki operator telekomunikasi, misalnya 2G dan 4G bisa berjalan bersama di 1.800 MHz.

Tetapi sebelumnya, Kemenkominfo akan melakukan penataan ulang di 1.800 MHz agar posisi sumber daya kanal frekuensi milik operator tidak terpecah dan bisa menggelar layanan secara maksimal. (adt/eno)