Tarif Internet Telkomsel kok Mahal?

Susetyo Dwi Prihadi, CNN Indonesia | Senin, 23/03/2015 12:01 WIB
Tarif Internet Telkomsel <i>kok</i> Mahal? VP Corporate Communication Telkomsel Adita Irawati, Presiden Direktur Ririek Ardiansyah, Direktur Keuangan Telkomsel Heri Supriadi dalam acara Telkomsel Media Gathering 2015, 19-20 Maret 2015, Yogyakarta (CNN Indonesia/Susetyo Dwi Prihadi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Internet menjadi kebutuhan yang tak bisa dilepaskan dari pengguna ponsel pintar kebanyakan di Indonesia. Sadar akan hal tersebut, operator seluler pun menawarkan harga sesuai kebutuhan pelanggannya.

Seperti Telkomsel, tarif internet operator ini terbilang beda dari pesaingnya. Sebab, mereka membagi dalam bentuk zona wilayah untuk tarif yang dikenakan. Pembagian ini terdiri dari 12 zona, dan tiap zona pun dibagi kategorinya dari zona A sampai Zona D.

Tiap zona merepresntasikan daerah yang dikenakan tarifnya, misal zona satu terdiri dari kota-kota di Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB dan masih banyak lagi. Sementara paling jauh adalah zona 12 yang diisi Kota Raja Ampat, Papua Barat. Baca juga: Demi 4G LTE, Operator Hati-hati Menata Frekuensi 1.800 MHz
Tarif Internet Telkomsel (Telkomsel.com)

"Kami memberikan tarif berdasarkan brand positioning dan biaya. Ada juga Post of Sales kami yang banyak sehingga disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan yang berbeda-beda, karena itulah dibuat zona seperti sekarang," ujar Presiden Direktur Telkomsel Ririek Ardiansyah, di Yogyakarta, akhir pekan lalu,


Perbedaan zona ini artinya membuat perbedaan harga. Makin jauh zonanya maka makin mahal harga yang ditawarkan. Dikutip melalui situs resmi Telkomsel, untuk paket Simpati Flash Ultima kapasitas 2 GB dibanderol paling murah Rp 65 ribu hingga Rp 120 ribu untuk tenggat waktu 30 hari.

Mari bandingkan dengan XL Axiata, dengan nama paket Hotrod Pro, untuk kapasitas 2GB pelanggannya dipatok harga Rp 49 ribu dengan masa aktif yang sama. Namun itu berlaku untuk semua daerah yang diselimuti jaringan XL.

Untuk masalah tarif ini, Ririek mengatakan bahwa Telkomsel memiliki luas jaringan yang paling besar dibandingkan operator lain yang bahkan sudah mencapai hampir 100 persen.
Tarif XL

"Kami memberikan tarif sesuai aturan dan kebutuhan. Kita ini melayani seluruh Indonesia, beda secara operasional dari operator yang tidak hadir di semua Indonesia,” Ririek, memberikan alasan.

Dalam catatan, Telkomsel mampu meraih laba bersih sebesar Rp 19,4 triliun sepanjang 2014 ini artinya mengalami kenaikan 11,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kontribusi pendapatan Telkomsel terbesar berasal dari produk prabayar senilai Rp 55,69 triliun atau sekitar 84,1 persen dari total pendapatan 2014. Telkomsel tercatat memiliki pelanggan prabayar sepanjang 2014 sebanyak 137,734 juta dengan Average Revenue Per User (ARPU) Rp 36 ribu.


(tyo)