Peneliti Temukan Dinosaurus 'Aneh' seperti Platipus

Aditya Panji, CNN Indonesia | Rabu, 29/04/2015 10:16 WIB
Peneliti Temukan Dinosaurus 'Aneh' seperti Platipus (REUTERS/Gabriel Lio/University of Birmingham)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekelompok peneliti berhasil menemukan fosil dinosaurus aneh di Chili selatan yang bentuknya merupakan kombinasi dari Velociraptor, Tyrannosaurus rex, dan dinosaurus leher panjang. Pada akhirnya, ia disamakan dengan platipus, hewan mamalia bertelur yang banyak ditemukan di Australia.

Dinosaurus ini diberi nama Chilesaurus diegosuarezi. Pemakan tumbuhan ini memiliki panjang sekitar tiga meter, dengan paruh dan gigi berbentuk daun. Ia memiliki lengan yang kuat tetapi hanya punya dua jari di masing-masing tangan dan cakar yang tidak melengkung.

Para peneliti mengatakan, Senin (27/4), leher Chilesaurus diegosuarezi menyerupai bentuk dinosaurus berleher panjang, pinggul menyerupai dinosaurus herbivora, dan tulang yang menyerupai bentuk dinosaurus pemakan daging theropoda.


Baca juga: Ditemukan, Nenek Moyang Buaya yang Berjalan Tegak

Ahli paleontologi Alexander Vargas dari University of Chile, menilai bahwa Chilesaurus merupakan salah satu dinosaurus paling aneh yang pernah ditemukan.

Karena kombinasi fitur yang aneh pada dinosaurus ini, para peneliti awalnya menduga fosil ini lebih dari satu spesies. Namun, sebuah analisis lebih luas mengungkap sebaliknya.

"Saya pikir ia layak disebut dinosaurus platipus. Karena seperti platipus, ia adalah keturunan dari banyak fitur primitif yang sangat tua, yang tetap mengalami transformasi evolusi besar, menggabungkan sifat-sifat binatang yang sangat berbeda," kata Vargas dalam jurnal yang dipublikasi di Nature.

Ia memperingatkan para peneliti, dengan temuan Chilesaurus, bahwa terdapat bentuk-bentuk baru dari dinosaurus yang masih dapat ditemukan.

Chilesaurus diegosuarezi ditemukan oleh Diego Suarez, seorang bocah tujuh tahun di Chile pada 2004. Ia menemukan batuan fosil yang diduga terendap sejak periode Jurassic, sekitar 145 juta tahun yang lalu

Ahli paleontologi Lawrence Witmer dari Ohio University, yang tidak berpartisipasi dalam penelitian ini, menilai Chilesaurus merupakan "gado-gado' evolusi dengan campuran yang luar biasa dari sifat-sifat primitif.

Dari pengamatan Witmer, sejumlah dinosaurus yang ditemukan di Chili, Tanzania, dan Wyoming, beberapa memiliki kemiripan sehingga memunculkan dugaan mereka terisolasi dari evolusi.

Evolusi konvergen merupakan proses di mana dua spesies tidak terkait atau sebuah kelompok memperoleh karakteristik yang sama karena tinggal di lingkungan yang sama atau memiliki perilaku yang sama.

Saat ini, para ilmuwan hampir melengkapi fosil Chilesaurus dari puluhan tulang yang ditemukan orang lain.