Salip Apple, Samsung Kembali Jadi Produsen Ponsel Terbesar

Aditya Panji, CNN Indonesia | Rabu, 29/04/2015 13:32 WIB
Salip Apple, Samsung Kembali Jadi Produsen Ponsel Terbesar Galaxy S6 disebut-sebut sebagai ponsel yang kembali membawa Samsung menduduki posisi tertinggi di penjualan ponsel pintar dunia (CNN Indonesia Hani Nur Fajrina)
Jakarta, CNN Indonesia -- Samsung kembali merebut gelarnya sebagai raja ponsel pintar dunia berdasarkan volume pengiriman unit pada kuartal pertama 2015 dengan menyalip Apple yang sebelumnya berada di posisi puncak, menurut data terkini lembaga riset Strategy Analytics, Rabu (29/4).

Strategy Analytics mengatakan Samsung mengirimkan 83,2 juta unit ponsel pintar secara global dan merebut kembali pangsa pasarnya sebesar 24 persen pada kuartal pertama 2015. Angka tersebut turun jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya di mana Samsung menguasai 31 persen pangsa pasar dan Apple 18 persen.

"Samsung terus menghadapi tantangan di Asia dan di tempat lain, tapi kinerja global kini cukup stabil pada kuartal ini untuk menyalip Apple dan merebut kembali posisi pertama sebagai vendor ponsel pintar terbesar di dunia berdasarkan volume," kata Direktur Eksekutif Strategy Analytics, Neil Mawston, dalam sebuah pernyataan.
Secara umum, pengiriman ponsel pintar secara global tumbuh 21 persen per tahun mencapai 345 juta unit pada kuartal ini.


Apple berada di peringkat kedua menguasai 18 persen pangsa pasar dengan pengiriman 61,2 juta unit ponsel pintar. Angka ini naik 15 persen dibandingkan kuartal pertama tahun 2014 lalu.

Menurut Mawston, ponsel pintar iPhone 6 dan iPhone 6 Plus sukses menarik perhatin konsumen dunia untuk memperbarui perangkat lawas mereka ke ponsel dengan ukuran layar 4,7 inci dan 5,5 inci tersebut.

Masih menurut data Strategy Analytics, saat ini Lenovo-Motorola berada di peringkat ketiga produsen ponsel pintar terbesar setelah mengirimkan 18,8 juta unit dan Huawei berada di peringkat keempat dengan pengiriman 17,3 juta unit secara global.

"Lenovo-Motorola memegang posisi ketiga dengan 5 persen pangsa pasar ponsel pintar global pada kuartal pertama 2015, tetapi tergelincir dari 7 persen tahun lalu," kata Woody Oh, Direktur Strategy Analytics.

Lenovo dan Huawei mendapat tekanan besar dari kompetitor senegaranya di Tiongkok, seperti Xiaomi yang gencar ekspansi ke pasar negara berkembang di Asia Tenggara dan India.


(eno)