'Rahasia Kecil' di Galaxy S6 yang Perlu Diketahui

Susetyo Dwi Prihadi, CNN Indonesia | Senin, 04/05/2015 21:00 WIB
'Rahasia Kecil' di Galaxy S6 yang Perlu Diketahui Model menunjukkan smartphone Samsung Galaxy S6 EDGE dan Galaxy S6 saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (29/4). PT. Samsung Electronics Indonesia meluncurkan dua smartphone flaghsip Samsung Galaxy S6 dan S6 edge yang dipasarkan di Indonesia mulai 8 Mei mendatang (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tak lama lagi konsumen di Indonesia bisa segera membeli Samsung Galaxy S6 dan Galaxy S6 Edge. Sebelum Anda yakin untuk membelinya, ada dua rahasia kecil yang diungkap oleh Samsung sebelum calon konsumen memasukkannya ke dalam daftar ponsel untuk dibeli.

Soal desain, Samsung memang mendapat pujian dari berbagai kalangan di sejumlah media. Pun demikian dari beberapa spesifikasi dan fitur yang ditawarkan oleh produsen asal Korea Selatan tersebut dianggap sangat berkelas.

Namun dari banyak yang diungkap ke publik, sedikit banyak ada beberapa fitur dan kekurangan yang luput dari pengamatan. Seperti yang dirasakan oleh CNN Indonesia saat menjajal ponsel pintar ini beberapa waktu lalu.


'Pemindai' di Bodi Belakang

Seperti halnya di Galaxy S5, Samsung juga menyematkan fitur pemindai sidik jari di tombol home milik Galaxy S6. Namun, bukan Samsung namanya bila tak mengembangkan fitur lainnya agar menjadi pembeda.

Sebab, di bodi belakang Samsung Galaxy S6 ternyata juga terdapat pemindai sidik jari. Pemindai yang terletak di samping kanan kamera ini punya kemampuan berbeda.

Bila pemindai sidik jari di tombol home berguna untuk membuka kunci, maka di bagian belakang berguna untuk mendeteksi detak jantung dengan menempelkan ujung jari ke bagian tersebut.

"Fitur ini sebetulnya sudah ada di Galaxy S5. Namun kami meningkatkan kemampuannya di Samsung Galaxy S6 Edge ini," jelas IM Marketing Director Samsung Electronics Indonesia, Vebbyna Kaunang.

Penambahan fitur yang dimaksud adalah soal kemampuannya yang dapat menjawab panggilan ke pesan singkat secara otomatis, hanya dengan menyentuhkan jari ke alat pemindai tersebut.

Seperti diketahui, S6 Edge terdapat layar tambahan di samping sisi kanan dan kirinya yang seolah membentuk lengkungan. Layar ini berguna untuk menambahkan kontak dianggap sangat penting.

"Jadi misal kita ada meeting, lalu kita balikkan ponselnya. Maka bos kita telp warnanya akan berpendar berbeda. Bila tak ingin menjawab panggilan dan merespon dengan cepat tinggal taruh saja pindai jarinya. SMS yang sudah di-default akan terkirim secara otomatis," jelasnya.

Alasan Tidak Ada Slot Memori

Samsung mengakui bahwa desain yang dibuat di Galaxy S6 dan S6 Edge benar-benar baru dan menonjolkan keindahan. Walaupun pada akhirnya yang menjadi korban adalah harus dihilangkannya slot memori penyimpanan eksternal. Ini juga yang disesalkan oleh banyak pihak.

Walaupun begitu Samsung mempunyai alasan mengapa mereka terpaksa melakukan hal demikian. Seperti diungkapkan oleh Product Marketing Manager PT Samsung Electronics Indonesia Flegon Koen, bahwa internal memori di Galaxy S6 merupakan generasi terbaru.
Samsung Galaxy S6 (CNN Indonesia/Hani Nur Fajrani)

Dia mengatakan"Kemampuan dari internal memori sudah sangat baik. Maka jika kita masukkan SD card dari luar kemampuan reading-nya akan jauh di bawah."

Baca juga: Terpukau Kamera Samsung Galaxy S6

Untuk itulah, pihak Samsung beralasan agar pengguna ponsel Samsung terbaru ini lebih mengedepankan simpanan berbasis cloud atau awan. Walaupun tak bisa dipungkiri di Indonesia itu juga terhambat dengan rata-rata kecepatan internet.

"Untuk itulah sebenarnya selain layanan cloud, kita juga mendorong agar pengguna ponsel pintar ini memanfaatkan USB on the go (OTG) jadi langsung plug seperti di komputer saja," Flegon, menandaskan. (tyo/eno)