Mengapa Kemunculan Cacing Meresahkan Warga Yogyakarta?

Deddy S, CNN Indonesia | Rabu, 03/06/2015 14:54 WIB
Mengapa Kemunculan Cacing Meresahkan Warga Yogyakarta? Ilustrasi cacing tanah. (Thinkstock/jlmcloughlin)
Jakarta, CNN Indonesia -- Munculnya cacing-cacing tanah ke permukaan dan pesan berantai telah meresahkan warga Yogyakarta dan sekitarnya, yang pernah menjadi korban gempa dahsyat pada 2006.

Meski para pakar yang dihubungi CNN Indonesia mengatakan fenomena itu tak ada kaitannya dengan gempa besar, wajar saja jika warga resah.

Soalnya, sebelum gempa besar melanda Yogyakarta pada 27 Mei 2006, fenomena yang sama terjadi. Tak cuma cacing, perilaku aneh juga diperlihatkan burung, ular, dan hewan lainnya.


Munculnya cacing-cacing tanah di permukaan mulai terjadi sekitar 10-12 hari sebelum gempa melanda. Saat itu musim kemarau dan cacing bermunculan di mana-mana, tak hanya di permukaan tanah. Kemunculan cacing makin tinggi sekitar dua hari sebelum gempa terjadi.

Tapi untuk fenomena yang disebut terjadi baru-baru ini, Kepala Badan Geologi Surono mengatakan fenomena itu lebih kepada masa transisi musim hujan ke musim kemarau. (Baca: Cacing Bikin Resah di Yogyakarta, Ahli: Itu Tak Terkait Gempa)

Mbah Rono, demikian ia akrab dipanggil, mengatakan tak yakin selama selama sembilan tahun sejak 2006 ada energi yang cukup untuk menyebabkan gempa sebesar 2006.

Gempa besar di kawasan Yogyakarta, kata Mbah Rono, pernah juga terjadi pada 1943. Artinya perlu cukup waktu yang lama untuk kemudian terjadi gempa yang besar pada 2006.

Profesor Sunarno dari Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada juga berpendapat serupa. Menurutnya, masyarakat tak perlu panik karena fenomena cacing lebih kepada perubahan musim.

Lagi pula, menurut Sunarno, belum ada bukti empirik bahwa keluarnya cacing dari dalam tanah kemudian akan disusul terjadinya gempa bumi.