Sony tidak mengikuti jejak sejumlah produsen ponsel lain yang bersiap merakit ponsel di Indonesia begitu mendengar ada aturan yang bakal mengatur komponen lokal pada ponsel 4G.
"Pemerintah sudah goal belum? Sampai sekarang masih belum ada kepastian soal aturan TKDN, jadi kami juga belum bisa menyatakan apa-apa. Apalagi soal pabrik, kami betul-betul tunggu mereka (pemerintah)," ujar Head of Marketing Sony Indonesia, Ika Paramita usai acara peluncuran trio Xperia di Jakarta, Rabu (24/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam draf aturan yang telah diuji publik sejak Mei 2015, Kemenkominfo mengajukan angka 30 persen TKDN untuk perangkat 4G LTE subsriber station (SS) dan 40 persen base station (BS) pada 2017 mendatang.
Sejauh ini, sejumlah produsen asing sudah mengatur strategi dalam menghadapi regulasi ini. Oppo dan Haier dari China sedang menyiapkan pabrik manufaktur mereka, masing-masing di Tangerang dan Cikarang. Asus bermitra dengan Sat Nusapersada di Batam untuk merakit ponsel Android seri Zenfone.
Samsung mengaku telah merakit ponsel andalan Galaxy S6 di Bekasi, sementara Lenovo dan Microsoft Device mengaku mulai mempertimbahkan sejumlah langkah strategis agar bisa tetap berjualan di Indonesia.
(adt/eno)