Kata Pakar Soal Bahaya 'WhatsApp tanpa Internet'
Trisno Heriyanto | CNN Indonesia
Selasa, 28 Jul 2015 14:00 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Karena iming-iming bisa kirim pesan WhatsApp tanpa internet, tak sedikit pengguna yang terjebak oleh tipuan situs pencatut nama WhatsApp.
Menurut Alfons Tajujaya, antivirus expert dari vaksincom, whatsappnodata tak ubahnya seperti kebanyakan situs-situs lain yang dibuat untuk menyebarkan pesan sampah.
Saat dibuka situs tersebut akan meminta pengguna untuk memasukan nomer telepon, kemudian mengajak teman WhatsApp lainnya agar bisa bergabung dengan layanan palsu tersebut. (Baca: Waspadai Jebakan 'WhatsApp tanpa Internet')
"Situs tersebut hanya menyebarkan spam, dan tidak menyimpan nomer telepon korban," kata Alfons kepada CNN Indonesia, Selasa (28/7).
Sejauh ini situs tersebut memang terlihat tidak terlalu membahayakan, namun tetap saja pengguna disarankan untuk menghindarinya.
Disinyalir dari India
Di Indonesia situs abal-abal peniru WhatsApp tersebut memang belum banyak memakan korban, namun di India lain lagi ceritanya.
Berdasarkan pengamatan Alfons, sekitar 85 persen pengunjung whatsappnodata berasal dari India. Ini salah satu indikasi bahwa situs tersebut memang berasal dari sana.
"Biasanya informasi ini disebarkan pada grup dan milis pembuat. Saya cukup yakin ini berasal dari India," katanya.
(eno)
Menurut Alfons Tajujaya, antivirus expert dari vaksincom, whatsappnodata tak ubahnya seperti kebanyakan situs-situs lain yang dibuat untuk menyebarkan pesan sampah.
Saat dibuka situs tersebut akan meminta pengguna untuk memasukan nomer telepon, kemudian mengajak teman WhatsApp lainnya agar bisa bergabung dengan layanan palsu tersebut. (Baca: Waspadai Jebakan 'WhatsApp tanpa Internet')
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini situs tersebut memang terlihat tidak terlalu membahayakan, namun tetap saja pengguna disarankan untuk menghindarinya.
Di Indonesia situs abal-abal peniru WhatsApp tersebut memang belum banyak memakan korban, namun di India lain lagi ceritanya.
Berdasarkan pengamatan Alfons, sekitar 85 persen pengunjung whatsappnodata berasal dari India. Ini salah satu indikasi bahwa situs tersebut memang berasal dari sana.
"Biasanya informasi ini disebarkan pada grup dan milis pembuat. Saya cukup yakin ini berasal dari India," katanya.
(eno)