Menurut dongeng modern, kapan pun ada dua Bulan purnama dalam satu bulan, maka Bulan purnama kedua diberi nama Blue Moon. (Baca: Simpan Es dan Bahan Bakar, Manusia Ingin Menambang Bulan)
Berbeda dengan istilah "once in a Blue Moon" di era Shakespeare yang memiliki arti "jarang" atau "tak masuk akal" -- sama sekali tak ada kaitannya dengan ilmu astronomi -- definisi Blue Moon baru ada di tahun 1940-an.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal menariknya, tentu Bulan bisa 'berubah' warna menjadi biru sungguhan. Biasanya, Bulan bisa terlihat berwarna biru disebabkan adanya letusan gunung vulkanik.
Abu Krakatau mengandung partikel satu mikron yang sama dengan panjang gelombang cahaya merah. Partikel tersebut mampu menguraikan cahaya merah dan membiarkan cahaya biru yang mendominasi. Dengan kata lain, abu Krakatau berperan sebagai filter warna biru.
Sehingga, Bulan purnama berwarna merah lebih umum terjadi ketimbang warna biru. Untuk membuktikan warna Bulan purnama pada 31 Juli esok, tinggal melihat ke arah timur setelah Matahari terbenam.
(eno)