Perlukah perusahaan peranti lunak ini menjadi perusahaan transportasi?
Pengamat tata kota Nirwono Joga dari Universitas Trisakti, menyarankan agar perusahaan peranti lunak yang memberi layanan transportasi tidak mengubah haluan tipe bisnis menjadi perusahaan transportasi
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Gojek Siapkan Asuransi untuk Pengemudi dan Penumpang
Nadiem Makarim selaku CEO dan pendiri Gojek yang juga hadir dalam acara bincang-bincang CNN Indonesia Fokus, sepakat dengan apa yang disampaikan Nirwono.
"Ya, kami akan tetap menjadi perusahaan peranti lunak. Kami hadir sebagai jembatan masyarakat mencapai tempat tujuan dengan armada ojek motor," tambahnya.
Nadiem juga mengatakan, kendati sudah meraih satu juta order pada 6 Juli 2015 kemarin, sejauh ini Gojek masih mengeluarkan investasi besar dalam menjaring pengguna untuk meraih layanan mereka. Perusahaan ini juga belum meraih laba karena biaya subsidi besar yang mereka keluarkan.
Kemajuan berarti bagi Nadiem adalah semakin banyak pengojek yang mendaftarkan diri bergabung ke Gojek. Pada akhir Juli lalu, Gojek telah memiliki lebih dari 15.000 mitra pengojek.
Para pengojek yang sebelumnya memprotes malah berbalik bergabung ke Gojek setelah mereka diberi arahan soal layanan ini dan manfaatnya.
Setelah menghadirkan jasa transportasi, kirim makanan dan barang, sampai berbelanja, rencana Gojek selanjutnya adalah memberi layanan lain yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat perkotaan yang super sibuk dan serba ingin cepat. (adt)