Internux sejauh ini percaya diri dengan teknologi yang mereka pakai dan merasa lebih dulu dikenal konsumen sebagai perusahaan yang memberi layanan 4G LTE.
"Kami merasa cukup percaya diri dengan teknologi yang kami terapkan di produk kami," ujar Larry Ridwan selaku Chief Commercial Office Internux, dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (21/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kompetisi, menurut Larry, bagus untuk mengedukasi konsumen soal teknologi terkini dan sebagai pemacu agar Internux terus meningkatkan layanan dan memuaskan pelanggan.
Internux berupaya memperluas jumlah pelanggannya dengan membuat perangkat ponsel pintar dan tablet yang dibundel layanan Bolt.
"Pada akhirnya para pembeli akan memilih produk yang terbaik. Jadi, kami serahkan kepada para konsumen apakah akan membeli produk kami atau tidak," tutur Larry.
Internux merupakan perusahaan telekomunikasi pemegang lisensi Broadband Wireless Access (BWA), yang berarti hanya menyediakan layanan Internet. Ia tidak diizinkan oleh pemerintah untuk memberi layanan telepon (voice) dan pesan teks (SMS). Daerah operasionalnya hanya di Jabodetabek, Banten, dan Medan.
Sementara operator lain yang telah menggelar 4G LTE, seperti Telkomsel, Indosat, XL Axiata, dan Smartfren, memiliki nilai tambah untuk memberi layanan telepon dan SMS. (adt)