Mereka menargetkan sebuah format video yang bebas royalti sampai codec yang lebih baik dari format sebelumnya, dan bisa bekerja pada banyak platform.
Selama ini perusahaan besar maupun koalisi bersaing untuk membangun teknologi baru, tak terkecuali teknologi format video. Si penemu format yang paling canggih akan mendapatkan royalti dari pihak-pihak yang memakai teknologinya, seperti MPEG LA, perusahaan asal Denver, Colorado, AS, yang melisensikan paten untuk menggunakan MPEG-2, MPEG-2, MVC, sampai HEVC.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini tercatat Mozilla memiliki teknologi format video Daalam Cisco memiliki Thor, dan Google punya VP9 dan 10.
Mereka berharap bisa membuat format yang terbuka, dioptimalkan untuk web dan mampu menghemat kuota Internet. Format yang mereka temukan bakal diperbolehkan agar dipakai pada kegiatan komersial dan non-komersial.
Jika teknologi mereka bisa digunakan secara komersial tanpa royalti, hal itu akan menguntungkan bagi Amazon dan Netflix yang menyediakan layanan streaming video.
Kelompok ini berencana menerbitkan kode pemrograman format video di bawah lisensi Apache 2.0 dan akan beroperasi di bawah aturan paten W3C, yang berarti para anggota akan membebaskan royalti. (adt)