Bocah usia 14 tahun itu telah menerima paket dari Microst berupa perangkat komputer tablet Surface Pro 3, jam tangan pintar Microsoft Band, Printer 3D Cube, komputer mini Raspberry Pi, dan langganan peranti lunak Office 365.
Melansir dari situs Microsoft, Alia Salem selaku direktur eksekutif Council American-Islamic Relations kawasan Dallas, Texas sempat mempublikasikan foto Ahmed beserta kawanan Microsoft barunya itu ke dalam akun Twitter, namun tampaknya sudah dihapus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menikmati kiriman paket teknologi dari Microsoft untuk Ahmed! Mashallah! #IStandWithAhmed," begitu kicau Salem pada 19 September kemarin.
Zuckerberg sampai mengajak Ahmed untuk datang ke kantor Facebook serta meminta agar terus berkarya setelah mengetahui Ahmed sebelumnya pernah melakukan penelitian dan pengembangan secara independen.
Dua hari setelah Ahmed ditangkap, Rabu (16/9), ia muncul dalam sebuah konferensi pers untuk memberi keterangan selama enam menit terkait penangkapan dan mengucapkan terima kasih kepada para pendukung.
Pihak sekolah akhirnya meminta maaf kepada Ahmed atas aksi ini. Mereka mengakui kesalahan dan perisitiwa ini dijadikan momen pembelajaran atas kasus rasial.
Isi bingkisan yang diterima Ahmed Muhamed dari Microsoft |
Isi bingkisan yang diterima Ahmed Muhamed dari Microsoft