Uber Tuding Pesaingnya Curi Rahasia Perusahaan
Aditya Panji | CNN Indonesia
Minggu, 11 Okt 2015 10:11 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Uber telah melaporkan kepada pihak berwenang terkait peretasan informasi penting perusahaan yang dilakukan pihak lain. Delapan bulan setelah itu, Uber berupaya untuk mengungkap identitas pelaku peretasan tersebut.
Dalam gugatan baru, Uber meminta pihak berwenang mempelajari lebih lanjut soal alamat Internet Protocol (IP Address) peretas dan mengindetifikasi peretas tersebut.
Dua sumber yang akrab dengan masalah ini mengatakan kepada Reuters, bahwa pelaku peretasan tersebut tertuju kepada Chief Technology Officer (CTO) dari Lyft, perusahaan mobil panggilan yang merupakan pesaing utama Uber di Amerika Serikat. Posisi CTO di Lyft kini diisi oleh Chris Lambert.
Uber mengatakan peretas telah mencuri data 50 ribu nama sopir yang jadi mitranya, beserta pelat nomor kendaraan para mitra.
IP Address dari si peretas telah dimasukkan Uber dalam dokumen ke pengadilan. Namun, hakim yang menangani kasus ini menolak permintaan Uber.
Dokumen pengadilan itu juga menghubungkan antara IP Address dengan peretas yang memakai layanan Internet dari Comcast di Amerika Serikat.
Juru bicara dan kuasa hukum Uber menolak mengomemtari berita ini.
Sementara juru bicara Lyft, Brandon McCormick mengatakan perusahaan telah menyelidiki masalah itu dan menyimpulkan “Bahwa setiap karyawan Lyft, termasuk Chris, mengunduh informasi pengemudi atau database Uber, atau berhubungan dengan pelanggaran data Uber pada Mei 2014.”
Lyft saat ini bernilai US$ 2,5 miliar, jauh lebih kecil dari Uber yang bernilai US$ 51 miliar setelah mendapat suntikan dana dari sejumlah investor. Kedua perusahaan bersaing dalam mitra pengemudi dan penumpang. (adt)
Dalam gugatan baru, Uber meminta pihak berwenang mempelajari lebih lanjut soal alamat Internet Protocol (IP Address) peretas dan mengindetifikasi peretas tersebut.
Dua sumber yang akrab dengan masalah ini mengatakan kepada Reuters, bahwa pelaku peretasan tersebut tertuju kepada Chief Technology Officer (CTO) dari Lyft, perusahaan mobil panggilan yang merupakan pesaing utama Uber di Amerika Serikat. Posisi CTO di Lyft kini diisi oleh Chris Lambert.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IP Address dari si peretas telah dimasukkan Uber dalam dokumen ke pengadilan. Namun, hakim yang menangani kasus ini menolak permintaan Uber.
Juru bicara dan kuasa hukum Uber menolak mengomemtari berita ini.
Sementara juru bicara Lyft, Brandon McCormick mengatakan perusahaan telah menyelidiki masalah itu dan menyimpulkan “Bahwa setiap karyawan Lyft, termasuk Chris, mengunduh informasi pengemudi atau database Uber, atau berhubungan dengan pelanggaran data Uber pada Mei 2014.”
Lyft saat ini bernilai US$ 2,5 miliar, jauh lebih kecil dari Uber yang bernilai US$ 51 miliar setelah mendapat suntikan dana dari sejumlah investor. Kedua perusahaan bersaing dalam mitra pengemudi dan penumpang. (adt)