Ponsel pintar dari Pepsi ini akan meluncurkan ponsel pintar dengan nama Pepsi P1 pada 20 Oktober esok di pasar China. Ponsel ini berjalan dengan sistem operasi Android 5.1 dan dibanderol seharga US$ 205 atau sekitar Rp 2,8 juta.
"Tersedia hanya di pasar China. Upaya ini mirip dengan produk Pepsi global berlisensi terbaru meliputi pakaian dan aksesori," kata juru bicara Pepsi dalam sebuah email dengan Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam upaya ekspansi ke bisnis ponsel pintar, Pepsi telah memberi lisensi merek dagang beserta logo kepada pemanufaktur ponsel yang berbasis di China, tetapi mereka tak menyebut nama perusahaan yang jadi mitranya. Perusahaan tersebut juga dipercaya Pepsi untuk memasarkan produk P1.
P1 dilengkapi dengan kamera belakang beresolusi 13 MP dan 5 MP untuk kamera depan, serta kapasitas baterai 3000 mAh.
Sejumlah perusahaan besar telah melakukan lisensi merek dagang kepada pemanufaktur asal China. Nokia, misalnya, telah melisensikan merek dagang dan mempercayakan pemasaran tablet Android Nokia N1 kepada Foxconn. Nokia dalam hal ini memberikan desain dan menentukan spesifikasi teknis, kemudian Foxconn merakit tablet N1 itu.
Produsen alat elektronik Sharp juga melakukan hal serupa dalam bisnis televisi di pasar Amerika. Perusahaan asal Jepang tersebut melisensikan merek televisi Aquos di Amerika kepada perusahaan Hisense asal China.
Langkah ini dilakukan Sharp untuk menekan keuangan, setelah mereka mengalami kerugian lebih dalam dari perkiraan untuk bisnis layar ponsel pintar yang lesu. (adt)