Google Bikin Mesin Kecerdasan Buatan TensorFlow
Aditya Panji | CNN Indonesia
Kamis, 12 Nov 2015 11:06 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Google telah lama menginvestasikan diri pada teknologi kecerdasan buatan, dan kali ini mereka membuat sesuatu yang lebih kuat.
Perusahaan asal Amerika Serikat itu merilis teknologi peranti lunak bernama TensorFlow, yang merupakan sebuah sistem mesin kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk beragam hal, mulai dari mengenal jenis ras anjing pada foto sampai dengan menganalisis data astronomi.
Google membuat peranti lunak ini bersifat terbuka alias open source, yang memungkinkan siapa saja memakainya, mengakses, dan mengubah kode pemrograman.
Peranti lunak ini telah dirancang agar seperti otak buatan, di aman ia dapat belajar secara mendalam. Selain itu, ia juga dapat digunakan pada banyak produk Google.
Juru bicara Google mengatakan kepada Business Insider, bahwa peluncuran TensorFlow ini untuk memacu inovasi dan memudahkan akademisi sampai peneliti untuk berbagi ide dan kode mereka.
"Kami telah melihat secara langsung apa yang TensorFlow bisa lakukan, dan kami pikir itu bisa membuat dampak yang lebih besar di luar Google," tulis perusahaan di blog resminya.
Juru bicara melanjutkan, saat ini Google hanya merisi satu versi teknologi mesin kecerdasan buatan, tetapi mereka berencana untuk merilis versi multi-mesin di masa depan. (adt/eno)
Perusahaan asal Amerika Serikat itu merilis teknologi peranti lunak bernama TensorFlow, yang merupakan sebuah sistem mesin kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk beragam hal, mulai dari mengenal jenis ras anjing pada foto sampai dengan menganalisis data astronomi.
Google membuat peranti lunak ini bersifat terbuka alias open source, yang memungkinkan siapa saja memakainya, mengakses, dan mengubah kode pemrograman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juru bicara Google mengatakan kepada Business Insider, bahwa peluncuran TensorFlow ini untuk memacu inovasi dan memudahkan akademisi sampai peneliti untuk berbagi ide dan kode mereka.
Juru bicara melanjutkan, saat ini Google hanya merisi satu versi teknologi mesin kecerdasan buatan, tetapi mereka berencana untuk merilis versi multi-mesin di masa depan. (adt/eno)