Menkominfo Rudiantara menyarankan agar para sopir Gojek dengan perusahaan untuk melakukan mediasi dengan pendekatan kekeluargaan. "Mediasi saja antara Gojek dengan mitranya tersebut. Dijelaskan mengapa mereka harus melakukan kebijakan tersebut," ujar Rudiantara, di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Senin (16/2015).
Dia menambahkan Gojek berbeda dengan layanan seperti Uber atau GrabCar, karena kendaraan motor ojek, bukan alat transportasi resmi yang diatur dalam regulasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Demonstrasi yang dilakukan sebagian kecil pengemudi Gojek kali ini menuntut agar perusahaan Gojek mengembalikan tarif per kilometer dari Rp 3.000 menjadi Rp 4.000 seperti yang berlaku sebelumnya.
Pendiri sekaligus CEO Gojek, Nadiem Makarim mengatakan, penurunan tarif dilakukan sebagai upaya merasionalkan tarif di tengah ledakan jumlah pengguna.
"Jika kami menurunkan subsidi untuk pengguna, itu akan merugikan bagi pengguna dan pengemudi. Menurunkan tarif (untuk sopir Gojek) adalah pilihan agar pengemudi terus bisa menerima order," kata Nadiem beberapa waktu lalu.
Gojek sendiri kini telah memiliki 200 ribu mitra pengemudi di lima kota tempat mereka beroperasi, di mana 100 ribu di antaranya adalah mitra pengemudi di Jakarta. (adt/eno)