Perusahaan yang berbasis di San Francisco, California, AS, ini menargetkan bisa mencapai profitabilitas pada 2016, kata sumber tersebut.
Belum diketahui siapa saja para investor yang bergabung dalam pendanaan kali ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai tahun 2015 ditutup, Airbnb berharap bisa mengumpulkan pendapatan US$ 900 juta.
Bisnis yang dilakoni Airbnb sedikit banyak telah mengganggu bisnis konglomerat hotel. Bukan hanya itu, Airbnb juga mengganggu bisnis dari situs web Expedia dan Priceline yang menyediakan layanan pemesanan hotel ke para konsumen.
Airbnb memungkinkan sebuah apartemen atau rumah pribadi menjadi tempat sewaan. Pemilik apartemen atau rumah itu dimungkinkan memberi layanan seperti hotel, misalnya dengan menyediakan sarapan dan fasilitas fitnes.
Wisatawan yang memilih Airbnb memilih layanan ini dengan alasan ingin harga lebih murah dibandingkan hotel, dan memanfaatkan pengetahuan lokal si tuan rumah. (adt/eno)