Qlapa merupakan situs web mal online (marketplace) khusus untuk produk kerajinan tangan buatan Indonesia. Di sini, pembeli dapat membeli produk langsung dari si pembuatnya. Hingga kini perusahaan mengklaim mereka telah menjual ribuan produk dari ratusan penjual.
Qlapa menyediakan fitur yang memungkinkan penjual mendapat pesanan yang dikostumisasi sesuai harapan pembeli. Penjual juga bisa menerima pesanan dalam bentuk pre-order jika si perajin hanya mau membuat produk berdasarkan pesanan.
Tim pengelola Qlapa.com. (Dok. Qlapa) |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Benny mengatakan, setiap transaksi di Qlapa menggunakan sistem yang diotomatisasi dan menggunakan rekening bersama, sehingga pembeli bisa melakukan transaksi dengan nyaman dan aman.
“Melalui Qlapa, kami berharap kerajinan lokal Indonesia dapat menjangkau pasar yang lebih luas baik dalam skala nasional maupun internasional,” kata Benny yang sebelumnya mendirikan jejaring sosial untuk pelaku industri kreatif visual Kreavi.
Kedua pendiri ini melihat ada potensi besar dalam industri kreatif. Menurut data Kementerian Pariwisata, industri kerjaninan tangan merupakan salah satu subsektor terbesar di industri kreatif yang memberi penghasilan Rp 21 triliun nilai ekspor dan Rp 145 triliun dari konsumsi rumah tangga.
Salah satu pameran produk kerajinan tangan terbesar Indonesia, Inacraft, berhasil menarik 154.363 pengunjung dan menghasilkan total penjualan senilai Rp 115,7 miliar dan kontrak dagang senilai USD 9,1 juta (sekitar Rp 122 miliar) hanya dalam waktu 4 hari pameran.
Tren ini diikuti oleh kalangan anak muda dengan kemunculan berbagai bazaar dan pameran produk handmade seperti Brightspot Market, Pop Up Market, Sunday Market, dan lainnya. (adt/eno)
Tim pengelola Qlapa.com. (Dok. Qlapa)