Otoritas penerbangan Amerika Serikat (AS), Federal Aviation Administration (FAA) menjadi lembaga pertama yang merumuskan berbagai aturan menggunakan drone.
Pilot, sebutan pengendali drone, harus memiliki izin khusus. Drone juga tak boleh terbang di atas ketinggian 122 meter dan dilarang melintas di area terlarang, gedung pemerintah misalnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Konglomerat Film Porno pun Melirik Drone |
Di Indonesia drone tak boleh terbang di atas ketinggian 150 meter untuk kawasan uncontrolled airspace. Sementara apabila ada kebutuhan khusus untuk terbang setinggi itu, maka dibutuhkan sertifikasi resmi dari Direktur Jenderal Perhubungan Udara lengkap dengan pernyataan dari ketentuan yang ditetapkan.
3D Robotics, produsen drone asal AS yang baru masuk pasar Indonesia, mengaku belum memelajari aturan pakai drone di Indonesia. Namun di AS dan Eropa, aturan sejenis dianggap bukan masalah.
Drone Solo buatan 3D Robotics yang diluncurkan di Indonesia, Senin (14/12) CNN Indonesia / Trisno Heriyanto |
“Kami akan ikut aturan di setiap negara, dan untuk melakukan itu kami dan para pembuat drone lainnya bekerjasama dengan perusahaan Skyward,” kata Colin Guinn, Chieft Revenue Office 3D Robotics (3DR) kepada CNN Indonesia, Senin (14/12).
Semua aturan terbang yang ditetapkan pemerintah, menurut Guinn, bisa diimplementasikan dengan mudah oleh produsen drone. Mereka hanya perlu memasukan aturan tersebut ke dalam aplikasi yang dipakai untuk menerbangkan drone.
Umpamanya untuk larangan terbang di area-area tertentu. Perusahaan tinggal memasukan ke dalam database aplikasi area mana saja yang tak boleh dilintasi, kemudian saat diterbangkan drone akan memberikan peringatan jika ia mendekati area tersebut. Inilah yang dilakukan 3DR di AS dan Eropa.
Solo, adalah drone 3DR pertama yang resmi dipasarkan di Indonesia. Ini adalah drone pintar yang punya banyak fitur menarik, dan siap mengadopsi aturan-aturan tersebut jika memang diperlukan.
“Bulan depan kami akan update aplikasi untuk Solo, tapi kami belum bisa pastikan apakah aturan Indonesia sudah masuk di dalam data Skyward,” jelas Guinn.
Solo adalah drone cerdas yang diklaim pertama di dunia. Setelah dipasarkan di Amerika Utara pada April 2015, produk itu kini dijual di Indonesia dengan harga Rp 16,9 juta.
(eno)
Drone Solo buatan 3D Robotics yang diluncurkan di Indonesia, Senin (14/12) CNN Indonesia / Trisno Heriyanto