Dalam gugatan itu, Tesla menegaskan bahwa kualitas pintu yang diproduksi oleh Hoebiger merosot melampaui tingkat toleransi yang ditentukan Tesla dan tidak membuka dengan kecepatan yang diinginkan.
Tesla memutuskan hubungan dengan Hoebiger pada Mei 2015 setelah memilih produsen sistem hidrolik untuk tutup bagasi dan lain sebagainya itu di tahun 2014.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gugatan bertujuan untuk mencegah Hoebiger mencari kompensasi tambahan di luar US$ 3 juta yang sudah dibayar oleh produsen mobil listrik tersebut.
"Kami dengan penuh semangat akan mengadili kasus ini," tambahnya.
Meskipun pintu Hoebiger yang bermasalah terbilang sedikit, namun Tesla masih di jalur untuk mencapai tujuannya untuk memproduksi 238 kendaraan Model X per minggu. (tyo)