Perusahaan asal Jepang itu bakal memberhentikan 150 karyawan di tiga negara itu, menurut laporan Reuters. Rakuten berjanji membantu para karyawan mencari pekerjaan baru dan memberi paket pesangon sesuai hukum yang berlaku di setiap negara.
Sejauh ini Rakuten tidak memberi alasan spesifik soal penutupan, tetapi mereka berkata langkah ini sejalan dengan peta jalan (roadmap) baru perusahaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rakuten selama ini beroperasi dengan model bisnis B2B2C atau business-to-business-to-consumer, yang menggabungkan model bisnis ke bisnis dan bisnis ke konsumen.
Di Asia Tenggara, Rakuten bersaing dengan Lazada dan sejumlah toko online lain yang besar di masing-masing negara. Di Indonesia, Rakuten atau Rakuma nantinya bakal bersaing dengan Tokopedia sampai Bukalapak. (adt)