Selain Indonesia, Rakuten Malaysia dan Singapura Juga Tutup

Aditya Panji, CNN Indonesia | Sabtu, 13/02/2016 16:15 WIB
Selain Indonesia, Rakuten Malaysia dan Singapura Juga Tutup (Dok. Rakuten.co.id)
Jakarta, CNN Indonesia -- Toko online Rakuten tidak hanya akan menutup layanannya di Indonesia, tetapi juga di pasar Malaysia dan Singapura, yang sepenuhnya ditutup pada Maret 2016.

Perusahaan asal Jepang itu bakal memberhentikan 150 karyawan di tiga negara itu, menurut laporan Reuters. Rakuten berjanji membantu para karyawan mencari pekerjaan baru dan memberi paket pesangon sesuai hukum yang berlaku di setiap negara.

Sejauh ini Rakuten tidak memberi alasan spesifik soal penutupan, tetapi mereka berkata langkah ini sejalan dengan peta jalan (roadmap) baru perusahaan.


Induk usaha Rakuten mempertahankan kantor regional Asia di Singapura untuk menjalankan bisnis lain seperti Viber, Koko, Rakuten Institute of Technology dan Rakuten Ventures.

Rakuten selama ini beroperasi dengan model bisnis B2B2C atau business-to-business-to-consumer, yang menggabungkan model bisnis ke bisnis dan bisnis ke konsumen.

Di tiga negara itu, Rakuten punya rencana memperkenalkan aplikasi mobile Rakuma, yang juga mengincar pasar Asia Tenggara. Rakuma mengusung model C2C atau konsumen ke konsumen. Perusahaan juga masih mencari peluang lain di kawasan ini.

Di Asia Tenggara, Rakuten bersaing dengan Lazada dan sejumlah toko online lain yang besar di masing-masing negara. Di Indonesia, Rakuten atau Rakuma nantinya bakal bersaing dengan Tokopedia sampai Bukalapak. (adt)