Nilai Transaksi E-commerce di Indonesia Menggiurkan

Aqmal Maulana, CNN Indonesia | Sabtu, 23/01/2016 15:44 WIB
Nilai Transaksi E-commerce di Indonesia Menggiurkan Ilustrasi (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ramainya pengguna e-commerce di Indonesia membuat nilai transaksinya terus bertumbuh. Menurut Bank Indonesia, nilai transaksi e-commerce pada tahun 2014 mencapai US$2,6 miliar atau setara dengan Rp34,9 Triliun.

"Diperkirakan angka US$2,6 miliar ini akan terus meningkat pada tahun-tahun selanjutnya," kata Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Sri Agustina pada acara 5 Minutes for E-commerce 2016 di Jakarta.

Berdasarkan data Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia, pelaku ritel di Indonesia maupun di berbagai negara saat ini sedang berupaya merangkul pendekatan multichannel atau offline-to-online (O2O). Hal ini dilakukan untuk memenuhi ekspektasi pelanggan sekaligus memenangkan perebutan pangsa pasar.

Dari data yang dimiliki oleh Dirjen Perdangangan, menunjukkan bahwa 80 persen peritel mengakui persentase jumlah penjualan online meningkat dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 25 persen.

Sri Agustina juga mengungkapkan jenis barang yang sering dibeli melalui e-commerce. "Menurut AC Nielsen, diantaranya adalah 69 persen pakaian, 10 persen peralatan rumah tangga, 7 persen buku, 7 persen tiket travel, dan 6 persen barang komputer," katanya.

Pembeli e-commerce di Indonesia masih didominasi oleh wanita sebesar 54 persen dibandingkan dengan pria. Dari sisi usia, 20-29 tahun sekitar 50 persen, sisanya 30-39 tahun.

"Sasarannya memang paling banyak kaum perempuan dan konsumen muda," lanjutnya.

Ramainya penggunaan e-commerce juga didukung oleh hadirnya gadget yang dilengkapi dengan koneksi internet kecepatan tinggi.

"Fenomena pengguna smartphone yang dilengkapi dengan fasilitas internet menjadi semacam peluang luar biasa bagi perdagangan melalui e-commerce," lanjutnya.

Dia juga mengungkapkan bahwa gelaran Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) terbukti dapat memicu konsumen untuk lebih mencermati dan mengutamakan pembelian produk melalui e-commerce. Peserta Harbolnas pun terus meningkat setiap tahunnya. Awalnya hanya 7, kini sudah mencapai 140 perusahaan pada 2015. (tyo)