Upaya menambah jumlah pengguna 4G LTE ini tentu didukung oleh perluasan infrastruktur 4G di Pulau Jawa dan luar Jawa yang dinilai potensial. Saat ini XL mengoperasikan sekitar 3.134 BTS 4G di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Investasi fokus ke 4G LTE. Kita akan banyak bermain di konten video," kata Dian dalam pemaparan kinerja perusahaan di Pulau Belitung, Rabu (17/2).
XL mencatat pendapatan turun 2,47 persen menjadi Rp22,88 triliun pada 2015 dari Rp23,46 triliun di 2014.
Pendapatan ini disumbang dari layanan suara Rp 8,27 triliun, SMS Rp 3,89 triliun, data dan VAS Rp 7,027 triliun, interkoneksi dan roaming internasional Rp 2,38 triliun.
XL mencatat rugi bersih sebesar Rp 25 miliar yang terutama disebabkan dampak forex dari penguatan dolar AS. Kerugian ini menyusut dibandingkan 2014 sebesar Rp 804 miliar. Menyesuaikan dampak itu, XL mencatat laba bersih yang dinormalisasi sebesar Rp 51 miliar di 2015.
Untuk mendorong pemakaian 4G LTE, salah satu langkah yang ditempuh adalah meluncurkan aplikasi Tribe untuk layanan streaming video. Di sini XL bakal menyediakan fasilitas pembayaran dengan metode potong pulsa yang sekaligus bakal meningkatkan pendapatan.
Dian berkata juga akan mendorong ketersediaan perangkat 4G dengan membundling layanan Internet XL bersama ponsel 4G dari berbagai merek.
Penetrasi smartphone XL telah tumbuh dan berkembang sebesar 42 persen pada akhir 2015. Pengguna smartphone XL tumbuh 10 persen dari tahun ke tahun dan mencapai jumlah 17,7 juta pengguna. (adt/tyo)