HotelQuickly Optimistis Melawan Traveloka dan Agoda

Hani Nur Fajrina, CNN Indonesia | Senin, 22/02/2016 13:36 WIB
HotelQuickly Optimistis Melawan Traveloka dan Agoda Salah seorang pendiri sekaligus CEO perusahaan peranti lunak HotelQuickly Tomas Laboutka usai berbincang hangat dengan CNN Indonesia di Jakarta. CNN Indonesia/Hani Nur Fajrina
Jakarta, CNN Indonesia -- Aplikasi HotelQuickly baru hadir di Indonesia pada Maret 2013. Masih seumur jagung, pemimpin aplikasi ini menyatakan siap berperan besar di Tanah Air.

Pemain layanan pesan hotel di Indonesia sudah banyak, khususnya yang bergerak secara online. Sebut saja Traveloka dan Agoda. CEO HotelQuickly Tomas Laboutka mengatakan, layanannya itu berbeda dari mereka yang sudah hadir terlebih dahulu.

Kepada CNN Indonesia, Laboutka mengungkapkan persaingan yang harus perusahaan hadapi secara indirect (tidak langsung) dan direct (langsung).


Menurutnya, pesaing tidak langsung adalah agen hotel yang bergerak secara offline. Namun Laboutka meyakini, seiring berkembangnya teknologi maka masyarakat sudah pasti lebih mencari layanan online, seperti HotelQuickly ini.

Sementara dengan pemain lokal seperti Traveloka, diakui Tomas telah berkembang secara pesat dan bekerja dengan baik.

"Traveloka telah berkembang dengan baik dan menarik banyak pelanggan. Tapi tentu konsep kami berbeda karena mereka punya situs web dan melayani pelancong yang terencana dari jauh-jauh hari untuk berlibur," tuturnya.

P
un begitu dengan layanan Agoda yang menurut Laboutka, dua layanan ini lebih menyuguhkan akomodasi bagi para pengguna yang ingin berlibur secara terencana. Ditambah, keduanya memiliki situs web sementara HotelQuickly tidak.

"Karena kami hanya ada di perangkat mobile, itulah kelebihan kami sehingga lebih eksklusif. Kami juga tidak ingin membuat PR besar bagi pengguna untuk mencari ribuan hotel dengan penawaran menarik di situs web, sebab kami sudah langsung memberinya di dalam aplikasi yang easy to use," kilah Laboutka.

Laboutka tak lupa tanggapi layanan Airbnb yang dari konsep memang berbeda dari HotelQuickly.

"Kalau Airbnb men-disrupt bisnis ini dengan cara beda, yaitu menyewa penginapan seperti vila ataupun tempat tinggal orang lain. Konsepnya justru jauh lebih terencana. Anda tak mungkin gunakan Airbnb untuk liburan yang last-minute. Maka HotelQuickly bisa dibilang sebagai pelengkap di dalam persaingan ini," ungkapnya.

Diketahui HotelQuickly mampu memberi harga 20 hingga 28 persen lebih murah dari penawaran lain. Bahkan, HotelQuickly memberi diskon bagi pengguna apabila ada kerabat dekat yang turut mengunduh aplikasi ini dan memasukan kode khusus agar poin tersebut bisa ditukar dalam bentuk potongan harga.

Di Indonesia, HotelQuickly telah menjalin mitra dengan lebih dari 2.000 hotel yang tersebar di berbagai kota seluruh Nusantara.

Tercatat sejak diluncurkan pada Maret 2013, hingga sekarang pengguna aplikasi sebanyak 2 juta user, di mana 500 ribunya berasal dari Indonesia.

(eno)