Bhinneka.com Prioritaskan Investasi dari Pemodal Lokal

Hani Nur Fajrina, CNN Indonesia | Rabu, 24/02/2016 07:25 WIB
Bhinneka.com Prioritaskan Investasi dari Pemodal Lokal CEO Bhinneka.com, Hendrik Tio. (CNN Indonesia/Hani Nur Fajrina)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hendrik Tio selaku pendiri dan CEO e-commerce legendaris Bhinneka.com memberi bocoran bahwa perusahaannya bakal mendapat kucuran dana segar dari investor di tahun 2016 ini. Tetapi ia masih merahasiakan informasi sedang bernegosiasi dengan perusahaan pemodal atau dengan investor perorangan.

Di tahun 2015, Bhinneka.com mendapatkan suntikan Rp300 miliar dari Ideosource. Hendrik belum bisa mengkonfirmasi apakah investasi tahun ini bakal berasal dari pemodal ventura yang sama atau bukan.

"Lihat saja nanti. Yang jelas dari lokal," tuturnya kepada sejumlah awak media usai acara perayaan ulang tahun perusahaan ke-23 di Terrace Cafe Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (23/2).


Baca juga: Disuntik Rp300 Miliar, Bhinneka Bakal Agresif di 2016

Hendrik lantas menambahkan, bahwa perusahaan yang ia pimpin pada dasarnya akan selalu mengedepankan investor yang berasal dari Indonesia.

"Iya dong, kami sebisa mungkin akan prioritaskan pemain lokal. Bukan berarti menolak investor asing, tapi yang kami utamakan mereka yang berasal dari Tanah Air," sambungnya.

Di sisi lain, Hendrik menargetkan tahun 2016 ini perusahaan mencapai pendapatan di atas Rp2 triliun.

Selain soal investasi, Hendrik juga mengungkapkan target perusahaan agar bisa menjual saham perdana ke publik (IPO) pada tahun 2018 atau 2019.

"Doakan saja agar bisa IPO dan masuk ke kategori perusahaan papan atas 2 tahun lagi," ungkapnya.

Yang jelas, pihak perusahaan untuk sekarang masih berupaya untuk memaksimalkan layanan dan meningkatkan nilai perusahaan kepada publik.

Baca juga: Bhinneka.com Targetkan IPO Tahun 2018

Saat ini Bhinneka memiliki 17 kantor representatif dan rencananya akan mendirikan 18 kantor baru di setiap provinsi Indonesia agar jumlahnya menjadi 35 kantor. Targetnya rampung tahun 2016 ini.

Bhinneka.com memayungi 2.600 pedagang dan 120 merek yang fokus pada produk Market 3C (computer, communications & consumer electronics). Mereka juga bekerjasama dengan Lenovo, Microsoft, Nikon, Intel, Samsung, Asus, dan lain-lain. Tak hanya online, Bhinneka juga memiliki 7 toko offline yang terletak di Jakarta dan Surabaya.

Tercatat sejak berdiri pada 1993 silam, jumlah karyawan Bhinneka hanya 12 orang. Seiring berkembangnya perusahaan, kini Bhinneka.com telah menampung sebanyak 715 karyawan dan akan terus bertambah untuk mengembangkan produk serta teknologi.

Bhinneka bakal memanfaatkan pendanaan sebesar Rp100 miliar untuk pemasaran dan beriklan guna meningkatkan merek dengan target jadi pemain dominan di pasar e-commerce Indonesia. (adt/eno)