Bhinneka.com Targetkan IPO Tahun 2018

Hani Nur Fajrina, CNN Indonesia | Selasa, 23/02/2016 16:49 WIB
Bhinneka.com Targetkan IPO Tahun 2018 CEO Bhinneka.com, Hendrik Tio. (CNN Indonesia/Hani Nur Fajrina)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemain e-commerce legendaris lokal Bhinneka.com menyatakan targetnya menjadi perusahaan publik bukan isapan jempol belaka.

Setelah mendapatkan kucuran dana Rp300 miliar dari perusahaan pemodal ventura Ideosource pada November 2015, CEO Bhinneka Hendrik Tio menyatakan ingin membawa perusahaannya untuk menjual saham perdana ke publik (IPO) dalam waktu dua sampai tiga tahun lagi.

"Kami targetkan tahun 2018 atau 2019 sudah bisa IPO dan masuk ke kategori perusahaan papan atas," ungkapnya usai jumpa pers di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (23/2).


Hendrik menyambung, "Untuk sekarang kami masih berupaya untuk memaksimalkan layanan dan meningkatkan value perusahaan kepada publik."

Baca juga: Tren E-commerce Perlu Didorong Perusahaan Fintech

Salah satu langkah yang akan dilakukan untuk meningkatkan performa perusahaan adalah membangun kantor perwakilan yang lebih banyak untuk memudahkan distribusi barang dagangan.

Saat ini Bhinneka memiliki 17 kantor representatif dan rencananya akan mendirikan 18 kantor baru di setiap provinsi Indonesia agar jumlahnya menjadi 35 kantor. Target ini diharap rampung pada 2016 ini.

"Nanti salah satu fungsi kantor representatif ini bisa jadi sarana pengambilan barang yang telah dipesan konsumen," lanjutnya.

Baca juga: Disuntik Rp300 Miliar, Bhinneka Bakal Agresif di 2016

Bhinneka disebutkan Hendrik, pada bulan Maret mendatang bakal menyediakan layanan online Business-to-Business atau B2B.

Selama ini Bhinneka fokus menawarkan produk Market 3C (computer, communications & consumer electronics). Sementara untuk ranah B2B, Bhinneka hanya menyediakan layanannya di 17 kantor representatif.

Hendrik juga memberi bocoran, di tahun 2016 ini Bhinneka akan kembali mendapatkan dana segar dari investor lokal yang masih ia rahasiakan.

Pendanaan yang mereka dapatkan dari para investor ini akan digunakan untuk mengembangkan teknologi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusianya, serta memaksimalkan pemasaran di ranah offline dan online. (adt/eno)