Disuntik Rp300 Miliar, Bhinneka Bakal Agresif di 2016

Hani Nur Fajrina, CNN Indonesia | Selasa, 23/02/2016 15:34 WIB
Disuntik Rp300 Miliar, Bhinneka Bakal Agresif di 2016 Dana investasi yang didapat Bhinneka.com akan dipakai untuk merekrut SDM berbakat, dan iklan di sejumlah media.
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemain senior dalam e-commerce yang menjual perangkat komputer dan telekomunikasi, Bhinneka.com, genap berusia 23 tahun. Setelah setua ini mereka baru mulai memaksimalkan upaya iklan dan pemasaran.

CEO Bhinneka Hendrik Tio mengatakan, perusahaan menyiapkan dana sebesar Rp100 miliar untuk biaya pemasaran dan iklan.

"Tahun 2016 ini kita pakai dana Rp100 miliar untuk iklan di ranah online, billboard, media cetak," ungkap Hendrik kepada sejumlah awak media usai perayaan hari jadi perusahaan di bilangan Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (23/2).


Ia melanjutkan, "tapi kami masih tetap gencar secara offline, sementara 40 persennya untuk online. Untuk iklan televisi masih belum kepikiran karena minimal dananya Rp200 miliar."

Sementara Hendrik menambahkan, sebagian besar dana dari investasi perusahaan pemodal ventura Ideosource sebesar Rp300 miliar pada November 2015, akan digunakan untuk pengembangan teknologi dan perekrutan talent. Baca juga: Raih Investasi Rp 300 Miliar, Bhinneka.com Mau Kuasai Pasar

CEO Bhinneka.com, Hendrik Tio (CNN Indonesia/ Hani Nur Fajrina)

Tercatat sejak berdiri pada 1993 silam, jumlah karyawan Bhinneka hanya 12 orang. Kini perusahaan telah menampung sebanyak 715 karyawan.

Salah satu strategi lain yang akan dikembangkan Bhinneka selain memaksimalkan pemasaran adalah penyediaan layanan online Business to Business atau B2B.

Selama ini Bhinneka fokus pada pelayanan konsumen yang menawarkan Market 3C (computer, communications & consumer electronics). Sementara untuk ranah B2B, Bhinneka hanya menyediakan layanannya di 17 kantor representatif yang tersebar di berbagai lokasi.

"Bulan Maret besok kita akan luncurkan channel online di situs web kami khusus melayani kebutuhan B2B. Jadi mereka bisa bermigrasi ke online nantinya," sambung Hendrik.

Leo Antonius selaku Strategic Business Expansion Director menuturkan, bahwa Bhinneka sebetulnya memiliki banyak pelanggan di ranah B2B yang 'kurang perhatian' dibanding ranah C2C.

"Pelanggan B2B kami banyak tapi mulai terpinggirkan ketika kami meluncurkan situs web resmi kami pada 1999 lalu. Jadi semoga channel online B2B bisa memudahkan pelanggan," ucap Leo saat ditemui di tempat yang sama.

Sejak situs web Bhinneka.com meluncur sampai sekarang, tercatat ada 185 ribu pengunjung dan 21 juta page views per bulannya.

Bhinneka.com juga memayungi 2.600 merchant dan 120 brand terkemuka seperti Lenovo, Microsoft, Nikon, Intel, Samsung, Asus, dan lain-lain. Tak hanya online, Bhinneka juga memiliki 7 toko offline yang terletak di Jakarta dan Surabaya.

(eno)