Membentuk semacam kelompok, MIcrosoft, Facebook, Google dan kemungkinan akan bergabung Twitter serta Amazon untuk mendukung Apple melawan pemerintah Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hakim Sheri Pym dari pengadilan California meminta kepada Apple untuk membantu FBI agar membongkar kode enkripsi dari iPhone milik Farook tersebut. Karena, bila dipaksa dibongkar, maka data-data yang ada di ponsel tersebut akan rusak dengan sendirinya.
Departemen Kehakiman sendiri mengajak Microsoft President dan Chief Legal Officer Brad Smith untuk mendengarkan pendapatnya. Saat itu dia mempertanyakan undang-undang All Writs Act yang ditulis dan disahkan oleh tahun 1911.
Menurut pendapat Apple, Microsoft dan perusahaan teknologi lainnya, setuju undang-undang saat ini sudah ketinggalan jaman dan Kongres harus meninjau statuta.
Smith mengatakan pada sidang bahwa Microsoft setuju dengan Apple bahwa tempat yang tepat untuk membawa diskusi adalah DPR dan Senat, sehingga mereka yang dapat membuat keputusan ini.
Pemerintah memiliki kesempatan untuk mencari amandemen hukum untuk mengejar kepentingan penegakan hukum yang ada, Apple mengatakan dalam pengajuan bandingnya. "Namun, bukannya mengejar undang-undang baru, pemerintah mundur dari Kongres dan berbalik ke pengadilan," tambahnya.
(tyo)