Lapan: Selanjutnya Ada Gerhana Hibrida di 2049

Hani Nur Fajrina, CNN Indonesia | Rabu, 09/03/2016 15:52 WIB
Lapan: Selanjutnya Ada Gerhana Hibrida di 2049 LAPAN mengungkap akan ada gerhana hibrida di 2049, yang merupakan gabungan antara gerhana matahari total dan cincin. (Antara Foto/Muhammad Adimaja)
Jakarta, CNN Indonesia -- Momen gerhana matahari total yang berlangsung 9 Maret 2016 pagi hari telah usai. Euforianya memang luar biasa mulai dari warga, wisatawan, hingga ilmuwan. Lantas fenomena menarik apa yang selanjutnya akan terjadi?

Dijelaskan oleh peneliti dari pusat ilmu antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Rhorom Priyatikanto, bahwa ada peristiwa istimewa berikutnya yang patut ditunggu.

"Pada tahun 2049 ada Gerhana Hibrida, yang berarti Gerhana Total terjadi berbarengan dengan Gerhana Cincin," terang Rhorom beberapa waktu kepada CNN Indonesia, Rabu (9/3) siang.
Jadi, Gerhana Hibrida adalah momen gabungan Gerhana Matahari Total dengan Gerhana Cincin. Pengertian Gerhana Cincin sendiri, Rhorom mengatakan, sama seperti Gerhana Total namun pinggiran penampakan Matahari masih tersisa.


"Bulan menutupi piringan Matahari, namun kita bisa melihat pinggiran Matahari yang berbentuk lingkaran itu. Sehingga pemandangan yang didapat adalah sinar sang surya yang menyerupai bentuk cincin," lanjut Rhorom.

Mengapa demikian?

Gerhana Cincin bisa terjadi ketika jarak Bulan sedang menjauhi Bumi. Diterangkan Rhorom, orbit Bulan itu bentuknya tidak lingkaran sehingga jarak Bumi ke Bulan tidak selalu sama -- bisa lebih dekat atau lebih jauh.

Gerhana cincin tentu terjadi saat bulan sedang menjauhi Bumi, maka dari itu Matahari terlihat lebih besar. Ini yang membuat piringan Matahari seakan terlihat menghasilkan 'sisa' pada bagian pinggirnya ketika Bulan menutupinya, yang kemudian menghasilkan tampilan seperti cincin.
"Dikatakan bersamaan, itu maksudnya di sebagian area akan terlihat gerhana total, lalu di kawasan lain yang terlihat adalah gerhana cincin," tutur pria yang berdomisili di Kota Kembang ini.

Rhorom menyambung, pada 2049 mendatang di Indonesia bagian barat masyarakat bisa mendapatkan fenomena gerhana matahari total. Sedangkan di daerah timur seperti Sulawesi bisa menikmati Gerhana Cincin.

"Ini peristiwa yang lebih jarang terjadi dibanding gerhana total," ungkapnya.

Gerhana cincin terakhir yang terjadi adalah pada tahun 2009 silam saat menjelang sore hari. Rhorom mengaku melakukan pengamatan di Lampung. Kala itu gerhana cincin berada di puncaknya sekitar jam 14.30 WIB.
Rhorom menggarisbawahi, gerhana cincin bisa terjadi kapan saja, entah pagi, siang, atau sore hari.

gerhana cincin yang akan terjadi dalam waktu dekat diprediksi tahun 2019, sementara gerhana gatahari total selanjutnya diperkirakan jatuh pada 2023 mendatang. (pit/pit)