Dijelaskan oleh peneliti dari pusat ilmu antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Rhorom Priyatikanto, bahwa ada peristiwa istimewa berikutnya yang patut ditunggu.
"Pada tahun 2049 ada Gerhana Hibrida, yang berarti Gerhana Total terjadi berbarengan dengan Gerhana Cincin," terang Rhorom beberapa waktu kepada CNN Indonesia, Rabu (9/3) siang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengapa demikian?
Gerhana cincin tentu terjadi saat bulan sedang menjauhi Bumi, maka dari itu Matahari terlihat lebih besar. Ini yang membuat piringan Matahari seakan terlihat menghasilkan 'sisa' pada bagian pinggirnya ketika Bulan menutupinya, yang kemudian menghasilkan tampilan seperti cincin.
Rhorom menyambung, pada 2049 mendatang di Indonesia bagian barat masyarakat bisa mendapatkan fenomena gerhana matahari total. Sedangkan di daerah timur seperti Sulawesi bisa menikmati Gerhana Cincin.
"Ini peristiwa yang lebih jarang terjadi dibanding gerhana total," ungkapnya.
Gerhana cincin terakhir yang terjadi adalah pada tahun 2009 silam saat menjelang sore hari. Rhorom mengaku melakukan pengamatan di Lampung. Kala itu gerhana cincin berada di puncaknya sekitar jam 14.30 WIB.
gerhana cincin yang akan terjadi dalam waktu dekat diprediksi tahun 2019, sementara gerhana gatahari total selanjutnya diperkirakan jatuh pada 2023 mendatang. (pit)