Foxconn Mau Akuisisi Sharp Rp78,5 Triliun?

Hani Nur Fajrina, CNN Indonesia | Rabu, 10/02/2016 10:33 WIB
Bos Foxconn dan Sharp kabarnya telah saling bertemu untuk membahas soal akuisisi. Konon penawaran Foxconn untuk Sharp mencapai Rp78.5 triliun. CEO Sharp, Kozo Takahashi
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemimpin perusahaan manufaktur Foxconn Terry Gou pada Jumat kemarin (5/2) melakukan pertemuan dengan presiden Sharp Corporation Kozo Takahashi di markas Sharp di Osaka, Jepang. Pertemuan lebih dari delapan jam itu dilaporkan membahas soal akuisisi Foxconn terhadap Sharp.

Foxconn yang dikenal sebagai pemanufaktur produk iPhone dan iPad, disebut-sebut menawarkan US$5,8 miliar atau sekitar Rp78,5 triliun kepada Sharp untuk proses akuisisi.

Mengutip Forbes, selain kepentingan akuisisi, Foxconn yang berasal dari Taiwan ini juga dikabarkan berencana untuk merombak ulang Sharp.


Gou pun sempat mengumumkan kepada media bahwa ia dan pihak Sharp telah menandatangani kesepakatan yang isinya memberi posisi "istimewa" untuk negosiasi bagi Foxconn demi proses akuisisi akhir.

Pendiri Foxconn, Terry Gou (dok.Reuters)

Dari situ, Gou pun dianggap memberi 'petunjuk' bahwa tawarannya itu berlaku untuk Sharp hanya sampai tenggat waktu 29 Februari esok. Gou juga menambahkan, kesepakatan soal akuisisi pun sudah mencapai 90 persen.

Gou menuturkan, bahwa ia telah bersumpah untuk berinvestasi di operasi manufaktur layar LCD Sharp. Diketahui layar LCD sudah menjadi inti pengembangan teknologi di dalam bisnis Sharp.

Takahashi pada 4 Februari lalu turut menyatakan, dewan direksi Sharp telah memutuskan untuk setuju dengan negosiasi Foxconn. 

Namun setelah pernyataan Takahashi tersebut, Sharp merilis siaran pers yang menyatakan hal berbeda.

"Sharp telah menandatangani MoU dengan Gou, menetapkan batasan waktu untuk negoisasi lebih lanjut, namun tidak berbicara soal 'posisi istimewa' Foxconn," begitu pernyataan Sharp.

Sharp juga mengatakan bahwa perusahaan sangat terbuka terhadap kesempatan lainnya untuk mitra potensial selain Foxconn,  dan sempat menyebut Innovation Network Corporation of Japan (INCJ).


Masih dari Forbes, INCJ kabarnya juga berencana menjadikan operasi layar LCD Sharp sebagai "sarang" perusahaan asal Jepang yang menggabungkan operasi serupa seperti Hitachi, Toshiba, dan Sony demi bersaing dengan industri global rivalnya, yakni LG dan Samsung.

Di samping itu semua, Sharp memang tengah menghadapi krisis keuangan. Media lokal Jepang belakangan menyebutkan bahwa pendapatan perusahaan selama tiga kuartal yang berakhir pada Desember 2015 berkurang sebanyak US$240 juta.

Kemudian tawaran Foxconn senilai Rp78,5 triliun tersebut dinilai sangat menggiurkan.

Apabila akuisisi Foxconn tersebut berjalan sesuai rencana, sebagai perusahaan Negeri Sakura yang terkenal dengan gengsi tinggi, Sharp tampaknya harus siap menerima seabrek pertanyaan mendasar: apakah pemain dari Jepang sudah mulai membuka diri untuk rela diakuisisi oleh perusahaan asing? Khususnya Foxconn, yang berasal dari negara pesaingnya sendiri yaitu China.

(eno)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK