Meski tidak menyebutkan berapa jumlah perangkat yang sudah terkena serangan peretas, berdasarkan data yang diperolehnya, sistem operasi tersebut setidaknya digunakan oleh sekitar 275 juta perangkat mobile (235 juta Android 5.0 dan 5.1 dan 40 juta Android 2.x).
Lebih detailnya, NorthBit mengatakan bahwa Nexus 5 yang menggunakan stock ROM adalah perangkat yang rawan terkena serangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut penelitian, peretas memanfaatkan celah dari Stagefright, media server Android dan multimedia library untuk menyusup ke dalam perangkat pengguna.
Menanggapi masalah ini, Google yakin patch yang sudah dirilis pada Oktober 2015 lalu seharusnya sudah bisa menutup celah keamanan tersebut.
"Perangkat Android yang sudah menggunakan patch keamanan 1 Oktober 2015 atau yang lebih baru sudah terlindungi dari masalah ini karena kami sudah merilis CVE-2015-3864," demikian pernyataan resmi Google seperti dikutip dari The Next Web.
Sebelumnya, Oktober 2015 lalu, dikabarkan ada lebih dari 1 miliar perangkat Android yang rentan diretas melalui multimedia library.
Sejak itu, Google rajin merilis beberapa patch untuk menutup celah keamanan untuk sistem operasi mobile buatannya.
(adt)