Rovio yang berasal dari Finlandia itu mengatakan bahwa perusahaan telah rugi US$14,75 juta atau setara Rp195 miliar.
Angka Rp195 miliar tersebut memang sangat kontras terhadap keuntungan yang mereka raih pada 2014 senilai 10 juta euro atau sekitar Rp148 miliar dan 77 juta euro atau Rp1,1 triliun di tahun 2012.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, penjualan perusahaan tahun lalu turut anjlok dari 158 juta euro atau sekitar Rp2,3 triliun pada 2014 menjadi 142 juta euro atau setara Rp2,1 triliun.
Rovio pun berharap, film Angry Birds yang dijadwalkan keluar pada bulan Mei mendatang bakal meningkatkan penjualan dan mengantongi lisensi baru.
"Kuartal pertama tahun ini sudah menguntungkan dan harapan untuk sepanjang tahun 2016 sangat positif," ucap CEO Rovio, Kati Levoranta dalam pernyataan resminya.
(eno/eno)